Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi inovasi santri Pondok Pesantren Darullughah Waddawa'ah (Dalwa), Raci, Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang mulai mempelajari teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotika.
Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pembelajaran AI dan robotik di Ponpes Dalwa, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Dalam kunjungan itu, Khofifah bersama Wapres Gibran meninjau ruang kelas robotik dan AI. Rombongan melihat langsung proses pembelajaran yang diikuti para santri dan guru dengan antusias.
Mereka juga menyaksikan demonstrasi teknologi yang dikembangkan santri, mulai dari penggunaan robot untuk pencetakan tiga dimensi (3D printing) hingga pemanfaatan AI untuk pengenalan wajah otomatis. Wapres Gibran bahkan mencoba langsung teknologi pengenalan wajah tersebut.
Khofifah menilai kemampuan santri dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi merupakan bukti bahwa pesantren mampu menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di Indonesia.
"Santri memang selama ini selalu menjadi kekuatan signifikan di Jawa Timur. Alhamdulillah, santri tidak hanya sekadar menjadi ahli agama, tapi juga ahli bahasa, peneliti, penggerak zaman, penulis, dan bahkan pengusaha," ujar Khofifah dalam rilisnya, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Khofifah mengatakan, pendidikan di pesantren selama ini berupaya mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum. Perpaduan tersebut menjadi modal penting untuk membentuk generasi yang memiliki karakter, wawasan luas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Jadi memang di pondok pesantren itu selalu diusahakan agar ilmu pengetahuan umum dan agama itu berjalan beriringan. Insyaallah, santri-santri kita akan menjadi salah satu pewaris tonggak kepemimpinan masa depan karena mereka punya paket lengkap. Mulai dari akhlak, adab, ilmu agama, dan ilmu pengetahuan," jelasnya.
Dia juga mengapresiasi program Pembelajaran AI dan Robotika untuk Akselerasi Transformasi Digital Santri yang diselenggarakan Ponpes Dalwa selama kurang lebih tiga hari.
Bagi Khofifah, pengenalan teknologi sejak dini dapat membuka ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan inovasi. Pembelajaran tersebut juga diharapkan mampu membangun pola pikir kritis atau critical thinking, kemampuan komputasional, serta keterampilan memecahkan masalah atau problem solving.
Sementara itu, Wapres Gibran turut mendorong agar pembelajaran AI dan coding semakin diperluas di lingkungan pesantren. Ia menilai para santri memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi apabila mendapatkan pendampingan dan kesempatan belajar yang memadai.
Gibran juga mengapresiasi keberanian para santri dalam mempraktikkan ilmu yang baru dipelajari menjadi sebuah inovasi teknologi.
Khofifah menambahkan, Ponpes Dalwa merupakan salah satu pesantren di Jawa Timur yang berkembang pesat dengan berbagai program pendidikan inovatif. Selain memperkuat pendidikan agama dan bahasa Arab, pesantren tersebut juga menyediakan beragam fasilitas pembelajaran untuk menunjang aktivitas santri.
Ponpes Dalwa didirikan pada 1981 oleh Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun bersama Al-Habib Ahmad bin Husin Assegaf. Lembaga pendidikan ini memiliki jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi melalui Universitas Islam Internasional Dalwa (UII Dalwa) di Bangil, Pasuruan.
Sejumlah bidang pendidikan yang dikembangkan meliputi Tarbiyah, Syariah, Adab, Dakwah, dan Ekonomi Syariah. Program unggulannya antara lain tahfidz Al-Qur'an, dakwah, serta daurah khusus.
"Ini salah satu pondok pesantren yang berkemajuan pesat di Jawa Timur. Mulai dari program-programnya yang inovatif sampai ustaz-ustaz yang senantiasa upgrade ilmu. Selain fasilitas ruang belajar yang masyaallah lengkap, bahkan ada juga Dalwa Mall dan Dalwa Cafe," ungkap Khofifah.
Menurutnya, kelengkapan fasilitas dan inovasi program pendidikan dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman sekaligus produktif bagi para santri.
Khofifah berharap pengembangan teknologi di lingkungan pesantren terus diperkuat agar santri Jawa Timur mampu menjadi generasi yang unggul dalam ilmu agama, berkarakter kuat, serta siap bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi di masa depan.
Simak Video "Video Kepanikan Gubernur-Kapolda Jatim Saat Gempa di Tengah Rapat Ponpes Ambruk"
(auh/hil)