Wagub Emil Buka Suara soal Karhutla Bromo Tewaskan 4 Orang

Wagub Emil Buka Suara soal Karhutla Bromo Tewaskan 4 Orang

Fima Purwanti - detikJatim
Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB
Wagub Emil Dardak
Wagub Emil Dardak/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menewaskan empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman api, Kamis (15/10). Tiga orang tewas di lokasi, dan satu lainnya meninggal saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Pemprov Jatim buka suara terkait tragedi karhutla di wilayah TNBTS tersebut. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak menyebut turut menyampaikan bela sungkawa kepada para korban yang gugur saat menjalankan tugasnya.

"Saya memastikan kepada Kepala TNBTS bahwa beliau-beliau ini dari elemen dan petugas dan relawan yang memang terlatih. Mereka melindungi warga, tapi mereka gugur dalam menjalankan tugas, begitu. Kami tentu mendoakan dan juga kita harus memastikan perlindungan kepada setiap insan yang bertugas di lapangan," terangnya kepada detikJatim, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emil mengatakan, seluruh pihak telah berupaya maksimal dalam upaya penanganan pemadaman karhutla tersebut. Mulai dari petugas BPBD Jatim, anggota TNI/Polri, dan unsur lainnya. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan seluruh satuan polisi hutan yang melekat di TNBTS untuk meningkatkan patroli kawasan pada kondisi saat ini.

ADVERTISEMENT

"Nah memang bencana ini tidak bisa dihindari, maka kita harus mencegah meluasnya karhutla ini, dengan upaya penanganan yang tetap mengedepankan perlindungan bagi setiap insan yang bertugas," imbuhnya.

Menurut Emil, beberapa titik lokasi karhutla berada di wilayah yang sulit dijangkau. Untuk itu, diperlukan upaya patroli siaga pada perimeter atau garis batas area.

Selain itu, Pemprov Jatim juga tengah memaksimalkan penanganan pemadaman di titik-titik api agar tidak meluas.

"Tapi kalau harus menjangkau sumber apinya itu ada beberapa titik memang secara darat itu sulit untuk dijangkau oleh para petugas. Sedangkan helikopter untuk water bombing juga masih difokuskan pada pemadaman di Kalimantan dan sekitarnya. Tapi yang kita punya kita maksimalkan untuk meminimalisir meluasnya titik api," tandasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads