Ortu Sefriel Ardiansyah Soroti Kronologi Karhutla Bromo Tewaskan Anaknya

Ortu Sefriel Ardiansyah Soroti Kronologi Karhutla Bromo Tewaskan Anaknya

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 16 Okt 2026 16:30 WIB
Ayah dari Sefriel Ardiansyah saat mempertanyakan kronologi kejadian karhutla yang menewaskan puteranya.
Ayah dari Sefriel Ardiansyah saat mempertanyakan kronologi kejadian karhutla yang menewaskan puteranya. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Lutfi Zulkifli, orang tua Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo meminta kejelasan soal kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Keluarga mengaku masih belum dapat informasi utuh tentang bagaimana Sefriele bisa berada di lokasi kebakaran hingga menjadi korban.

Lutfi mengaku mulai khawatir setelah kehilangan kontak dengan anaknya. Sebelumnya, Sefriel masih sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui WhatsApp sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu Sefriel mengabarkan dirinya sedang memantau kondisi api dan sempat merekam situasi di lokasi untuk dikirimkan kepada ibunya.

Namun, sekitar pukul 02.00 WIB, komunikasi dengan Sefriel terputus. Lutfi kemudian mendapat kabar dari Iwan Rosidi pelatihnya yang menghubungi dirinya tentang kondisi anaknya. Awalnya, ia tidak percaya dengan informasi itu karena sebelumnya Sefriel masih berkomunikasi dengan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring beredarnya kabar yang semakin mengarah pada nama anaknya, Lutfi memutuskan berangkat menuju lokasi untuk mencari kepastian. Dari informasi yang diterimanya, nama Sefriel disebut masuk dalam daftar korban di lokasi kejadian.

Lutfi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak manajemen, sebelum kebakaran terlihat ada kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti sekitar pukul 09.30 WIB. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, muncul kobaran api. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana Sefriel bisa berada di area tersebut.

ADVERTISEMENT

Sefriel diketahui bekerja di sebuah hotel, tepatnya di bagian engineering. Karena itulah Lutfi mempertanyakan bagaimana anaknya bisa berada di lokasi kebakaran? Ia menegaskan belum mengetahui apakah Sefriel terlibat langsung dalam upaya pemadaman atau berada di lokasi karena alasan lain.

"Kalau untuk memadamkan api, saya kurang tahu. Saya hanya ingin mendapatkan informasi yang jelas, kenapa anak saya bisa sampai berada di sana," ungkap Lutfi. Jumat (16/10/2026).

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi yang dia terima, Sefriel bukan satu-satunya orang yang berada di lokasi. Ada pula rekan lainnya yang disebut sempat meninggalkan lokasi untuk mengambil minum sebelum kembali lagi.

Lutfi mengatakan, pihak keluarga sempat menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian dari pihak terkait, termasuk adanya kunjungan ke rumah sakit. Namun, informasi yang diterima keluarga sejauh ini dinilai belum cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan mengenai peristiwa yang menimpa Sefriel.

Atas kejadian tersebut, Lutfi berharap pihak manajemen tempat anaknya bekerja serta pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian dan keberadaan Sefriel di lokasi kebakaran.

Ia menegaskan, keluarga membutuhkan kejelasan agar dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya. Selain penjelasan kronologi, keluarga juga berharap ada kejelasan mengenai tanggung jawab pihak-pihak terkait atas peristiwa tersebut.

Lutfi menuturkan, Sefriel telah menekuni olahraga panjat tebing sejak berusia 8 tahun. Di lingkungan keluarga Sefriel dikenal sebagai anak yang pendiam, sederhana, dan tidak banyak tingkah.

Sefriel yang sempat mendapatkan golden ticket dalam ajang yang menjadi peluang melanjutkan karier di bidang olahraga lebih memilih bekerja. Dengan demikian perjalanan kariernya di bidang panjat tebing tidak sepenuhnya berlanjut.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads