Antrean BBM di SPBU Jember Mengular

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 21:15 WIB
Antrean BBM di SPBU Jember (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi. Bahkan antrean kendaraan ada yang mengular di bahu jalan raya.

Salah satu warga yang ikut antre, Firman, menyampaikan bahwa antrean di Jember mulai padat sudah sekitar satu mingguan. Apalagi saat jam-jam aktif, pagi dan sore.

"Antrean kembali padat sepertinya sudah satu mingguan. Apalagi saat jam aktif pagi atau sore, itu juga kadang menyebabkan jalanan terganggu," katanya, Kamis (15/10/2026).

Firman mengaku beberapa hari lalu pernah ikut antre selama 1 jam. Pada saat itu, motornya tidak kebagian Pertalite karena stok di SPBU sudah habis.

"Kapan hari saya ikut antre, sekitar 1 jam an. Tapi saya nggak kebagian karena stok di SPBU sudah habis," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, turut memberikan tanggapan kritis terhadap persoalan yang kembali dikeluhkan oleh masyarakat tersebut. Menurut Widarto, permasalahan antrean BBM ini ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Jember saja.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kendala yang ada bukan sekadar persoalan teknis pengiriman dari Banyuwangi.

"Sederhananya kami membaca bahwa ini bukan persoalan hanya proses pengiriman yang dari Banyuwangi, jadi ini problem mungkin bahkan nasional," ungkapnya.

Kendati demikian, dia sangat menyayangkan lambannya langkah komunikasi yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Seharusnya, mitigasi dan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum perubahan pola distribusi atau penyesuaian kuota berdampak langsung di lapangan.

"Harusnya Pertamina melakukan mitigasi dan melakukan sosialisasi sebelum terjadinya kejadian yang menyebabkan antrean panjang di SPBU itu," paparnya.

Widarto menilai pola komunikasi yang reaktif di mana hanya memberikan penjelasan setelah antrean panjang terjadi kurang efektif dalam meredam keresahan publik. Dia mendorong agar Pertamina lebih terbuka dalam menyampaikan informasi faktual kepada pemerintah daerah dan masyarakat luas.

"Sehingga masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan kemudian bisa mengantisipasinya," tambahnya.

Sebelumnya, pihak Pertamina telah memberikan klarifikasi melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Ahad mengakui adanya penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak yang berdampak pada antrean kendaraan akibat dinamika geopolitik global yang memengaruhi jadwal kedatangan kapal tanker.

Meskipun demikian, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok BBM bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan tidak ada pengurangan pasokan.

"Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya," tandasnya.



Simak Video "Membina Desa Kuta, Membangun Ekonomi Mandiri yang Berkelanjutan"

(hil/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork