Polisi Olah TKP Karhutla Bromo yang Tewaskan 3 Orang

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 17:21 WIB
Karhutla di Bromo tewaskan 3 korban/Foto: Istimewa
Probolinggo -

Satreskrim Polres Probolinggo bersama Polsek Sukapura melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) itu menelan tiga korban jiwa, termasuk seorang petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Petugas yang meninggal dunia diketahui bernama Sukaris. Sehari-hari, dia bertugas sebagai operator layanan operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I BB TNBTS.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar mengatakan, polisi bersama jajaran Polsek Sukapura melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Olah TKP dilakukan untuk mendalami peristiwa yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

Sebelumnya, I Made Kembar menyebut petugas gabungan masih melakukan evakuasi korban di lokasi.

"Saat ini polisi, TNI, Polres Probolinggo, Polsek Sukapura, dan TNBTS melakukan evakuasi jenazah," ujar I Made Kembar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi terdampak berada di Blok Mentigen dan Pusung Lingker, wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Tim Data Evaluasi dan Pelaporan Kehumasan BB TNBTS Hendra Wisantara membenarkan kabar meninggalnya Sukaris saat menjalankan tugas penanganan karhutla.

"Iya benar," ungkap Hendra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis sore.

Hendra menyebut Sukaris meninggal ketika ikut menangani kebakaran di kawasan tersebut.

"Tadi siang (kejadian meninggal). Lokasi di Blok Mentingen Pusung Lingker," sebutnya.

Hendra belum membeberkan secara terperinci kronologi meninggalnya Sukaris saat melakukan upaya pemadaman. Insiden tersebut juga diunggah melalui akun Instagram resmi BB TNBTS.

Hingga kini, penyebab kebakaran dan kronologi lengkap para korban terjebak masih menunggu keterangan lebih lanjut.



Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"

(abq/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork