Komunitas Ini Pasang Kursi-Perbaiki Papan di Titik Henti Trans Jatim Malang

Komunitas Ini Pasang Kursi-Perbaiki Papan di Titik Henti Trans Jatim Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 14:30 WIB
Komunitas di Malang pasang kursi dan perbaiki fasilitas di pemberhentian Bus Trans Jatim.
Komunitas di Malang pasang kursi dan perbaiki fasilitas di pemberhentian Bus Trans Jatim. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Calon penumpang Bus Trans Jatim di Kota Malang sedikit lebih nyaman saat menunggu kedatangan bus. Komunitas Transport for Malang berinisiatif memasang kursi panjang dan memperbaiki papan petunjuk di sejumlah titik henti.

Aksi ini menyusul minimnya fasilitas penunjang bagi pengguna transportasi publik. Menyasar sejumlah titik henti, salah satunya di Jalan Kawi, anggota komunitas tak sekadar memperbaiki fasilitas yang rusak tetapi menyediakan sarana yang belum tersedia demi membantu penumpang mengenali lokasi pemberhentian dan menunggu bus lebih nyaman.

Penggerak Transport for Malang Wahyu Styo Pratama mengatakan Jalan Kawi menjadi salah satu lokasi yang dinilai strategis karena terhubung dengan sejumlah kawasan penting, termasuk pusat perbelanjaan dan Ijen Boulevard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut observasi kami, titik henti di Kawi menjadi salah satu titik yang menjangkau beberapa," ujar Wahyu kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Di Halte Kawi 2, komunitas mengganti papan petunjuk yang rusak dengan cetakan baru. Sementara di titik henti yang hanya memiliki rambu, mereka menambahkan papan informasi agar penumpang lebih mudah mengenali lokasi pemberhentian.

ADVERTISEMENT

Kursi panjang juga dipasang untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menunggu bus. Langkah ini bukan kali pertama dilakukan Transport for Malang. Sebelumnya, komunitas ini juga mengecat ulang dan membersihkan halte di Jalan Veteran.

Komunitas di Malang pasang kursi dan perbaiki fasilitas di pemberhentian Bus Trans Jatim.Komunitas di Malang pasang kursi dan perbaiki fasilitas di pemberhentian Bus Trans Jatim. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)

Inisiatif ini muncul dari kepedulian terhadap kondisi fasilitas transportasi publik yang dinilai masih perlu dibenahi. Persoalannya bukan hanya ketiadaan tempat duduk. Sejumlah titik henti belum memiliki pelindung dari panas dan hujan. Sementara kondisi trotoar yang pecah berpotensi membahayakan pejalan kaki, khususnya penyandang disabilitas.

Wahyu menilai, upaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum harus dibarengi dengan peningkatan kualitas fasilitas. Sebab, pengalaman menggunakan angkutan publik tidak hanya ditentukan oleh perjalanan di dalam bus tetapi juga akses menuju titik henti dan kenyamanan saat menunggu.

"Kami mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menyediakan fasilitas yang layak dan melakukan pemeliharaan berkala. Masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas yang sudah tersedia," ucapnya.

Kehadiran kursi yang dipasang secara mandiri itu mendapat respons positif dari penumpang. Diky (26), salah seorang pengguna Trans Jatim, mengaku baru mengetahui bahwa kursi tersebut merupakan inisiatif komunitas, bukan fasilitas yang disediakan pengelola.

'Saya baru tahu ini (kursi disediakan komunitas mandiri). Memang biasanya ya berdiri gini, tapi ini tadi kok ada kursi ya pasti nyaman," kata Diky terpisah.

Menurutnya, keberadaan Trans Jatim sudah memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi. Namun, manfaat itu akan semakin terasa apabila fasilitas pendukung di setiap titik pemberhentian turut diperhatikan.

"Adanya Trans Jatim ini sangat bermanfaat. Tapi tentu lebih baik lagi dibarengi dengan fasilitas yang baik," tandasnya.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads