Sebuah home industri tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, terbakar hebat. Api sempat membumbung tinggi hingga membuat warga sekitar panik.
Kebakaran terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Petugas pemadam kebakaran (damkar) mengerahkan empat unit mobil untuk menjinakkan api.
Empat unit tersebut masing-masing dua unit dari Pos Krian, satu unit dari Pos Sukodono, dan satu unit dari Pos Kota Sidoarjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danton Damkar Pos Krian Widi Agus Setiawan mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.20 WIB. Petugas kemudian langsung meluncurkan dua unit mobil damkar dari Pos Krian ke lokasi.
"Begitu mendapatkan laporan, kami langsung meluncurkan dua unit dari Pos Krian. Kemudian dibantu satu unit dari Pos Sukodono dan satu unit dari Pos Buduran," kata Widi kepada detikjatim melalui telepon selulernya, Rabu (14/10/2026).
Widi mengatakan proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi home industri tersebut cukup jauh dari sumber pasokan air. Petugas harus bekerja keras untuk mendapatkan suplai air selama proses pemadaman.
"Lokasinya cukup jauh dari pasokan air, jadi sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air. Namun anggota terus melakukan upaya pemadaman," ujarnya.
Setelah berjibaku dengan api, petugas berhasil melokalisir kebakaran sekitar pukul 20.25 WIB. Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pembasahan di lokasi.
"Api berhasil kami lokalisir sekitar pukul 20.25 WIB. Saat ini masih dilakukan pembasahan untuk memastikan titik-titik api yang masih membara benar-benar padam," jelas Widi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Krian AKP Utun Utami membenarkan adanya kebakaran home industri tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian.
"Benar, ada kebakaran home industri tahu di Desa Tropodo. Saat ini api sudah padam, tetapi petugas masih melakukan pembasahan," kata Utun.
Utun menambahkan, hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi. "Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui," pungkasnya.
