Monitoring SR Trenggalek, Ombudsman Temukan Layanan Agama Kurang Maksimal

Monitoring SR Trenggalek, Ombudsman Temukan Layanan Agama Kurang Maksimal

Adhar Muttaqin - detikJatim
Rabu, 14 Okt 2026 22:30 WIB
Anggota Ombudsman RI Radian Syam bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat sidak di SRT 1
Anggota Ombudsman RI Radian Syam bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat sidak di SRT 1. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Trenggalek -

Tim Ombudsman RI menemukan sejumlah catatan dalam monitoring Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek. Salah satunya soal layanan ibadah untuk siswa nonmuslim.

Anggota Ombudsman RI Radian Syam bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan sejumlah pejabat meninjau langsung pelayanan sekolah rakyat, termasuk fasilitas asrama, ruang kelas hingga tempat ibadah.

Dalam pantauannya, Ombudsman menyebut sejumlah layanan pendidikan telah berjalan baik. Meksi demikian pihaknya masih menemukan beberapa catatan yang harus segera dilakukan perbaikan. Saat keliling lingkungan sekolah, pihaknya menemukan ruangan yang seharusnya digunakan untuk tempat ibadan nonmuslim justru berisi peralatan gamelan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kita melihat memang sudah ada ruangan untuk tempat ibadah, hanya mungkin belum disiapkan, oleh sebab itu kami berharap tempat khususnya ibadah itu segera disiapkan, secepat-cepatnya," kata Radian Syam, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

Pihaknya meminta peralatan gamelan segera dipindahkan ke tempat lain dan ruangan difungsikan sebagaimana mestinya.

Tidak hanya itu Ombudsman juga meminta pihak sekolah bekerja sama dengan tokoh agama untuk melayani peribadatan siswa nonmuslim.

"Tadi kami tanyakan kurang lebih ada tiga orang yang beragam nasrani," ujarnya.

Meskipun hanya beberapa siswa yang beragama nasrani, mereka tetap harus mendapatkan pelayanan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

"Jangan sampai ada diskriminatif karena sekali lagi negara menjamin setiap warga negara untuk menganut, menjalankan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Berlaku untuk seluruh Sekolah Rakyat," katanya.

Radian menambahkan, terkait layanan pendidikan bagi siswa nonmuslim juga harus segera diperbaiki, sebab sampai saat ini belum ada guru agama bagi tiga siswa nasrani tersebut.

Ombudsman menambahkan pihak sekolah memberikan respons positif terhadap masukan yang diberikan dan segera menindaklanjuti agar proses pembelajaran dan layanan ibadah seluruh siswa berjalan dengan baik.

Pihaknya juga mengapresiasi SR Trenggalek karena secara umum pelayanan pendidikan bagi siswa telah berjalan dengan baik. Fasilitas sekolah berupa asrama, ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya telah tersedia.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads