Pekan Raya Jatim (PRJ) Surabaya 2026 di Grand City Convex ramai dipadati pengunjung. Berlangsung selama 11 hari, mulai 8 hingga 18 Oktober 2026, pameran tahunan ini menarik minat warga dari berbagai daerah, mulai dari mahasiswa perantau hingga pengunjung luar kota.
Berdasarkan pantauan detikJatim di lokasi, Rabu (14/10/2026), pengunjung terlihat memadati berbagai zona pameran, baik area indoor maupun open space. Semakin malam, suasana semakin ramai. Warga tampak berburu diskon, melihat-lihat produk di stan pameran, hingga menikmati beragam sajian kuliner.
Gendis, mahasiswi asal Kepulauan Riau yang sedang berkuliah di Surabaya, mengaku betah berkeliling di area pameran. Ia datang sejak pukul 13.00 WIB dan masih ingin melanjutkan aktivitasnya hingga sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari jam 1 sampai jam 5 keliling, seru banyak booth. Saking serunya sampai enggak terasa udah jam 5, ini masih lanjut keliling lagi," ujar Gendis di lokasi.
Antusiasme serupa ditunjukkan Yuli, warga Surabaya yang rutin mengunjungi PRJ setiap tahun bersama keluarganya. Kali ini, ia memilih datang pada hari kerja untuk menghindari kepadatan pengunjung saat akhir pekan.
"Setiap tahun saya ke sini, sama anak, suami, oma. Ini saya menghindari weekend soalnya pasti crowded," tutur Yuli.
Sementara itu, Anta, pengunjung asal Kediri, rela naik bus ke Surabaya untuk merasakan langsung kemeriahan PRJ untuk pertama kalinya. Tiba sekitar pukul 16.00 WIB, ia langsung berburu tas dan jajanan yang menarik perhatiannya.
"Karena seru aja sih Kak, ini PRJ pertama aku. Ini ngejar tas-tas lucu, dan habis ini bakalan lanjut lagi," ungkap Anta.
"Tadi naik bus dari Kediri, sampai sini sekitar jam 16.00 WIB, dan ini mau lanjut lagi. Seru banget hunting jajan, pokoknya enggak nyesel kalau ke sini!" pungkasnya.
PRJ Surabaya 2026 menghadirkan lebih dari 250 stan pameran di area seluas 13.380 meter persegi. Digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, acara ini menargetkan 270.000 pengunjung dengan estimasi perputaran transaksi mencapai Rp 50 miliar.
