Sudah Sepekan, Apa Kabar Hasil Labfor Ledakan Tabung Gas Pakuwon City?

Sudah Sepekan, Apa Kabar Hasil Labfor Ledakan Tabung Gas Pakuwon City?

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 13 Okt 2026 19:30 WIB
TKP ledakan di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya yang masih disterilisasi
TKP ledakan di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya yang masih disterilisasi. (Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim)
Surabaya -

Ledakan di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya sudah sepekan berlalu. Sayangnya, hingga saat ini hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terkait dugaan kebocoran pipa gas LPG 50 kg yang menjadi penyebab ledakan tersebut belum diungkap.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung mengatakan hasil pemeriksaan Labfor masih belum keluar. Kepolisian juga belum menyampaikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Belum (keluar hasil labfor), masih menunggu hasil labfor (unsur pidana)," kata David saat dihubungi detikJatim, Selasa (13/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah proses penyelidikan, sejumlah ruko yang terdampak ledakan mulai kembali beroperasi. Para pemilik usaha melakukan renovasi secara mandiri agar aktivitas bisnis bisa kembali berjalan normal.

Frengky, pemilik outlet batagor di kawasan itu mengaku kembali membuka usahanya sehari setelah ledakan, tepatnya pada Rabu (7/10). Saat itu, pembeli mulai berdatangan ke tempat usahanya.

ADVERTISEMENT

"(Penjualan) normal aja yang online, yang offline agak sepi, dua tiga hari sudah mulai normal kembali," ujarnya.

Meski begitu, sebagian outlet miliknya mengalami kerusakan akibat ledakan. Kerugian tersebut masih didata untuk kemudian disampaikan kepada pihak terkait.

Frengky mengaku tidak menuntut pihak RM Nasi Tempong Sri Dewi mengganti seluruh kerugian. Dia memahami kejadian itu sebagai musibah yang juga membawa kesulitan bagi pemilik rumah makan.

"Ada kerusakan, lagi didata, dikasih ke pihak Pakuwon. Nanti dikasih ke pihak Nasi Tempong, tapi nggak bisa ganti semua. Kemungkinan 50 persen, ganti 50 persen nggak papa, kasihan ya, kalau saya jadi owner juga mengalami kesusahan," jelasnya.

Diketahui, pada Selasa (6/10) pagi, terjadi ledakan hebat di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Akibat ledakan tersebut, terdapat lima pegawai nasi tempong mengalami luka bakar, 58 bangunan dan sejumlah kendaraan rusak.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads