Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, Achmad Hidayat resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hidayat telah menerima kartu tanda anggota (KTA) PSI.
"Iya saya gabung PSI," kata Hidayat kepada detikJatim, Selasa (13/10/2026).
Hidayat mengatakan selain dirinya, ada sejumlah kader aktif PDIP di Surabaya yang pindah ke PSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jaket hitam Pak Purwadi Wakil Sekretaris DPC PDIP aktif sudah log in PSI. Terus Pak Arif Wirawan Mantan Ketua PAC Tambaksari," jelasnya.
Hidayat mengatakan keputusannya pindah ke PSI sudah bulat. Ia yakin bisa memberi kontribusi untuk PSI dalam Pemilu yang akan datang di Surabaya.
"Saya akan all out memenangkan PSI di Kota Surabaya pada Pemilu 2029 mendatang dengan kerja-kerja kerakyatan," tandasnya.
Hidayat lalu menegaskan pilihannya merapat ke PSI sebagai pelabuhan politiknya. Sebab ia yakin partai berlambang gajah ngamuk nantinya bisa lebih Sukarnois dan Marhaenis.
"Jadi, ya tak rasa bila di PSI nanti itu bisa lebih Sukarnois, lebih Marhaenis, lebih demokratis, lebih merakyat, lebih Bineka Tunggal Ika, prinsipnya gitu," kata Hidayat.
Hidayat membantah dirinya gabung PSI karena ditawari oleh Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia tak menampik gabung PSI karena ada faktor Jokowi di partai berlambang gajah tersebut.
"Kalau ditawari langsung oleh Pak Jokowi, nggak. Tapi kalau saya gabung PSI karena di partai itu ada Pak Jokowi, iya. Karena aku rasa Pak Jokowi itu ya negarawan, terus nggak pendendam. Ya pas lah satu frekuensi," bebernya.
Mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya ini yakin kehadiran dirinya di PSI akan membawa suara warga kampung yang ada di Kota Pahlawan.
"Saya yakin membawa suaranya masyarakat orang kampung yang belum terakomodir. Lalu sosok-sosok Sukarnois, Marhaenis yang berprinsip kerakyatan yang selama ini tidak terakomodir, saya yakin di PSI juga bisa lebih baik. Termasuk mereka yang gandrung demokrasi, bagaimana menyatakan pendapat dengan bebas, namun tetap tidak menyakiti orang lain, tidak fitnah, tidak men-judgement, saya yakin juga akan bergabung dengan PSI," bebernya.
"Insya Allah, rekan-rekan akar rumput yang lebih banyak orang kampung, mantan-mantan orang Sukarnois, Marhaenis semua akan bergabung di PSI di Surabaya," tambahnya.
Hidayat menambahkan dalam waktu dekat dirinya akan kembali sowan ke Solo untuk bertemu Jokowi dan siap berjuang bersama PSI Surabaya.
"Ya Insya Allah nanti akan sowan lagi ke Pak Jokowi. Sejauh ini belum (belum bilang ke Jokowi kalau dirinya sudah bergabung PSI)," tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Budi 'Kanang' Sulistyono menghormati keputusan Achmad Hidayat. PDIP menanggapi biasa saja dengan kepindahan Hidayat tersebut.
"Kan masing-masing orang punya hak politik, jadi ya santai saja," kata Kanang kepada detikJatim, Senin (12/10/2026).
Kanang menyebut kader keluar masuk partai merupakan hal biasa. Meski demikian, PDIP tak pernah kekuarangan kader militan dan solid yang diperumpamakan dengan peribahasa.
"Patah satu tumbuh seribu gitu saja," tambahnya.
Diketahui, DPP PDI Perjuangan secara resmi memecat kader DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, resmi dipecat dari keanggotaan partai. Pemecatan ini setelah ia berkunjung ke kediaman Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, ia juga menyuarakan usulan rehabilitasi status keanggotaan Presiden ke-7 RI tersebut.
