Ini Hasil Lab Air Sungai Brantas yang Sempat Berubah Jadi Ungu Gelap

Ini Hasil Lab Air Sungai Brantas yang Sempat Berubah Jadi Ungu Gelap

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 12 Okt 2026 20:45 WIB
Air Sungai Brantas Malang mendadak berubah warna jadi ungu gelap
Air Sungai Brantas Malang mendadak berubah warna jadi ungu gelap (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Teka-teki air sungai Brantas berubah ungu gelap akhirnya terkuak. Ini setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membeberkan hasil uji laboratorium dari pengambilan sampel air.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan belum menemukan adanya indikasi pencemaran lingkungan. Pihaknya juga mencatat ada beberapa bahan yang diduga warna air berubah.

"Secara umum meliputi hal-hal sebagai berikut. Pertama zat pencemar sungai yang berhasil dideteksi adalah, BOD, COD dan Phospat," kata Raymond mengawali hasil uji laboratorium saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raymond juga menegaskan bahwa deteksi adanya zat pewarna sintetis yang semula diduga berasal dari kegiatan industri di sekitar lokasi sungai diperoleh hasil uji laboratorium menunjukan masih berada di bawah ambang batas.

ADVERTISEMENT

"Nilai yang didapat 3,367 Pt.CO. Sedangkan standar maksimalnya adl 50 Pt.CO," bebernya.

"Sementara untuk nilai kandungan logam Krom (Chromium Heksavalen / Cr-(VI) adalah 0,0096 mg/Liter. Sedangkan standar nya 0,05 mg/Liter," sambungnya.

Dengan hasil uji laboratorim itu, DLH untuk sementara menarik sejumlah kesimpulan bahwa dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi pencemaran dari unsur BOD, COD, dan Phospat di aliran sungai Brantas beberapa waktu lalu.

"Bisa berasal dari berbagai kegiatan, misalnya aktivitas domestik perumahan atau perkampungan, industri, hotel, rumah sakit, peternakan, pertanian," tegasnya.

Raymond menambahkan dari penelusuran Tim DLH terhadap warna air sungai, didapatkan hasil bahwa air sungai pada saat survei dalam kondisi normal seperti biasanya.

"Tidak ditemukan warna lain, seperti pada saat pengaduan," ujarnya.

Menurut Raymond, hal itu menunjukkan bahwa proses perubahan warna air sungai terjadi dalam durasi waktu yang tidak terlalu lama. Dengan kondisi itu, menyebabkan pihaknya mengalami kesulitan menelusuri arah sumber pencemarannya.

"Untuk masa mendatang, peranan masyarakat masih sangat diperlukan untuk mengetahui dan melaporkan pelaku atau sumber pencemaran yang terjadi di sekelilingnya," tutur Raymond.

DLH memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan thd titik-titik rawan pencemaran di aliran sungai Brantas tersebut. "Dari dinas tetap akan menyurati semua perusahaan, untuk tetap melakukan kontrol pengolahan limbah dan pembuangannya ke sungai," pungkasnya.

Seperti diberitakan, air Sungai Brantas mendadak berubah warna ungu gelap di sejumlah titik aliran. Temuan kondisi perubahan air itu berada di dekat Jembatan Mergosono Gang 5, Kota Malang. Perubahan warna air itu sempat direkam warga.

Dalam video tampak air sungai tiba-tiba berubah warna menjadi ungu gelap. Perubahan warna itu terjadi pada Minggu (27/9/2026) siang.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads