Potongan tarif ojol 8 persen telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital. Pemotongan ini disebut lebih mensejahterakan para driver ojol.
Salah satu driver ojol, Agus mengungkapkan, keputusan pemotongan 8 persen dinilai tidak terlalu berdampak pada segi pendapatan. Sebab, perubahan itu hanya berdasar pada pemotongan aplikasi saja, tidak diukur dari jarak tempuh.
"Sama aja. Kan yang dipotong cuma itu, cuma 8 persennya aja. Kalau pendapatannya sama, yang ke pendapatannya cuma kilometernya aja kita dapetnya. Jadi kalau 1 kilometernya itu Rp 2.000," kata Agus kepada detikJatim saat ditemui, Senin (12/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemotongan ini berpotensi menurunkan jumlah penumpang. Meskipun, jumlah potongan bagi driver ojol dinilai lebih ringan dibanding sebelumnya.
"Potongannya yang gede ya, tapi penumpangnya banyak. Sekarang potongannya sedikit, tapi saingannya banyak. Soalnya kan banyak yang aplikasi lain juga," ujarnya.
Agus membenarkan bahwa skema perubahan potongan 8 persen berdampak pada kenaikan tarif biaya bagi penumpang. Terlebih, terdapat beberapa promo ojol yang dihapus akhir-akhir ini.
"Yang biasanya dulu Rp 5.000, kalau hemat Rp 5.000, Rp 6.000, sekarang Rp 7.000, Rp 8.000. Kan dulu promonya banyak, sekarang promonya sedikit. Ini kan dulu promonya dari aplikasi lumayan. Jadi buat membantu pelanggan juga lumayan. Sekarang nggak ada lagi. Kan dulu ada namanya biaya langgaran gacor," terangnya.
Agus menilai, kesejahteraan ojol masih belum dirasakan selepas keputusan potongan 8 persen ditetapkan. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada potongan aplikasi saja, tetapi juga meningkatkan pendapatan ojol berdasarkan jarak tempuh.
Sementara itu, Arya, yang juga driver ojol memiliki penilaian berbeda. Menurutnya, potongan 8 persen ini dinilai meringankan dan meningkatkan pendapatannya.
"Ya, dari segi pendapatan mengalami kenaikan. Kalau dulu itu pemotongannya 20% lebih berat, tapi sekarang potongannya 8% lebih ringan," kata Arya kepada detikJatim.
Dalam sehari, lanjut Arya, pendapatannya bisa mencapai Rp 200.000. Meski, ia juga merasakan terjadinya penurunan penumpang karena kenaikan tarif biaya.
"Kalau dulu itu bisa sampai 15 lebih ya, tapi sekarang cuma 5 kadang 6. Tapi memang pendapatannya agak naik," ujar Arya.
Arya berharap, kebijakan potongan 8 persen ini lebih dapat meningkatkan kesejahteraan para driver ojol.
"Pengennya-pengennya para driver itu kan biar lebih bisa mensejahterakan. Biar pendapatannya bisa untuk service motor, ganti oli, begitu sih," pungkasnya.
