Live Podcast 19 Jam 45 Menit di Bus Jakarta-Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI

Live Podcast 19 Jam 45 Menit di Bus Jakarta-Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI

Suparno Nodhor - detikJatim
Senin, 12 Okt 2026 11:31 WIB
Podcast di bus jurusan Surabaya-Jakarta pecahkan rekor MURI
Podcast di bus jurusan Jakarta-Sidoarjo pecahkan rekor MURI/Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Konsep Karnus bersama platform edutainment Kasisolusi berhasil mencatatkan prestasi di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor MURI 12958/R.MURI/X/2026. Perjalanan menggunakan PodBus Karnus tersebut berlangsung dari Jakarta menuju Sidoarjo, Jawa Timur, pada 11-12 Oktober 2026.

Customer Relations Manager MURI, Lutvi Syah Pradana, mengatakan siaran langsung tersebut berlangsung selama 19 jam 45 menit, sekaligus memperbarui rekor sebelumnya.

"Rekor sebelumnya 12 jam dengan rute Jakarta-Yogyakarta. Sekarang berhasil diperbarui menjadi 19 jam 45 menit dari Jakarta menuju Sidoarjo," kata Lutvi disela-sela kegiatan, Senin (12/10/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, MURI telah melakukan verifikasi selama perjalanan untuk memastikan pelaksanaan rekor sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Konsep KarnusKonsep Karnus Foto: Konsep Karnus

"Perjalanan berlangsung dari Jakarta menuju Sidoarjo. Siaran langsung dilakukan terus-menerus selama di dalam bus yang bergerak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lutvi menambahkan, atas pencapaian tersebut MURI resmi memberikan piagam penghargaan rekor Indonesia kepada Konsep Karnus bersama Kasisolusi.

"Sudah kami verifikasi dan MURI menetapkan ini sebagai rekor Indonesia," ujarnya.

Perjalanan PodBus Karnus dimulai dari Jakarta dan melintasi sejumlah wilayah di jalur Tol Trans-Jawa hingga tiba di Sidoarjo. Sepanjang perjalanan, siaran podcast menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan profesor, dokter, praktisi kesehatan, pelaku UMKM, hingga kreator konten.

Founder Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo, mengatakan pemecahan rekor tersebut bukan menjadi tujuan utama kegiatan. Menurutnya, perjalanan lintas Jawa itu sekaligus menjadi sarana untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.

"Kami berharap langkah ini mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian bahan baku obat nasional," kata Iwan.

Iwan menjelaskan, podcast tersebut mengangkat berbagai pembahasan mengenai kesehatan, khususnya penyakit degeneratif. Beberapa tema yang dibahas antara lain GERD, diabetes, kanker, hipertensi, kolesterol, hingga gangguan autoimun.

Diskusi juga membahas metabolisme tubuh, proses biokimia, sistem pencernaan, serta peran nutrisi dalam mendukung kesehatan.

"Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk nutrisi dan kesehatan. Potensi itu perlu didukung penelitian ilmiah, inovasi teknologi, serta kemampuan industri pengolahan di dalam negeri," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Konsep Karnus juga mengusung kampanye 95% Mahakarya Nusantara. Kampanye ini mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.

Menurut Iwan, sejumlah komoditas lokal seperti labu kuning, pisang, wortel, bayam, bunga rosella dan bahan pangan lainnya dapat dikembangkan melalui penelitian dan teknologi pengolahan sehingga memiliki nilai tambah.

"Harapannya ada kolaborasi antara petani, akademisi, peneliti dan pelaku industri untuk mengembangkan potensi yang kita miliki," jelas Iwan.

Selain edukasi kesehatan, PodBus Karnus juga menjadi ruang diskusi mengenai kewirausahaan, UMKM, branding dan industri kreatif. Sejumlah pelaku usaha lokal turut menjadi narasumber di kota-kota yang dilalui.

Setelah pemecahan rekor MURI, rangkaian kegiatan Konsep Karnus dan Kasisolusi dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas produksi di Jawa Timur. Di antaranya Pabrik Kolagen Karnus di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Pabrik Nutrisi JIS, serta Pabrik Skincare SHUN.

Kunjungan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan proses pengolahan bahan baku, penelitian, teknologi manufaktur hingga pengembangan produk dalam ekosistem Konsep Karnus.

Iwan menegaskan, pemecahan rekor MURI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi momentum untuk memperluas edukasi sekaligus mendorong kemandirian industri kesehatan nasional.

"Lebih dari sekadar pemecahan rekor, ini menjadi bagian dari gerakan menuju kedaulatan kesehatan Indonesia yang didukung riset, sumber daya alam, petani lokal dan inovasi industri dalam negeri," pungkasnya.



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads