Heboh Mayat Pria Probolinggo Memeluk Motor CBR di Parit Sidoarjo

Round Up

Heboh Mayat Pria Probolinggo Memeluk Motor CBR di Parit Sidoarjo

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 11 Okt 2026 06:20 WIB
Jenazah pria bersama motor CBR-nya yang ditemukan di sebuah parit, nyaris tertutup semak dan rumput, di Sidoarjo.
Jenazah pria bersama motor CBR-nya yang ditemukan di sebuah parit, nyaris tertutup semak dan rumput, di Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Sesosok jasad pria dalam parit pinggir jalan Dusun Penjarakan, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan mayat dalam kondisi memeluk motor jenis Honda CBR 150.

Informasi yang dihimpun, mayat tersebut terbujur miring di dalam parit yang ditumbuhi rumput dan semak. Sedangkan motor sport-nya diketahui bernopol L 6553 MD.

Tubuh korban yang memakai celana panjang hitam terlihat masih dalam posisi mendekap erat bodi motor. Sebagian besar badan kendaraan hingga kaki korban tertimbun tumpukan rumput liar, ilalang kering, serta ranting pohon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedalaman parit dan tebalnya semak di sepanjang tebing tanah membuat keberadaan mayat hampir tak terlihat dari atas jalan, namun jika diamati dari dekat mayat tersebut akan kelihatan.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Jabon AKP Nanang Mulyono mengonfirmasi mayat tersebut diduga telah meninggal kurang lebih 6 hari sebelumnya. Penemuan itu kemudian ditindaklanjuti setelah dilaporkan warga.

"Petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan masyarakat. Di lokasi ditemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia bersama sepeda motornya," kata Nanang kepada detikJatim, Minggu (11/10/2026).

Dari hasil olah TKP awal, korban diketahui bernama Septian Hadi Darmawan (41), pria kelahiran Jakarta, 1 September 1985. Berdasarkan dokumen kependudukan yang ditemukan, korban tercatat sebagai warga Dusun Selatan, RT 03, RW 01, Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Polisi juga telah menggali keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Salah satu saksi, Oktario Hardiansyah alias Ambon mengaku sempat dihubungi oleh korban beberapa hari sebelum kejadian. Saat itu korban berniat mengajaknya bertemu untuk minum kopi bersama.

Namun, ajakan tersebut ditolak oleh Oktario. Saat menghubunginya, Oktario mengaku mendengar alunan suara musik dari balik telepon milik Septian sebelum akhirnya hilang kontak.

Petugas menduga bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal hingga terpental dan tercebur ke dalam parit yang dipenuhi rumput liar tersebut. Kendati demikian, polisi masih mendalami penyebab pasti peristiwa maut ini.

"Diduga korban laka tunggal 6 hari yang lalu," terang Nanang.

Mayat korban, lanjut Nanang, selanjutnya dievakuasi Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Sidoarjo ke RS Bhayangkara Porong. Sedangkan motor diamankan di Unit Lantas Polsek Porong.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads