Korban Mas Bechi Soroti Ditjenpas yang Tak Kabarkan Soal Bebas Bersyarat

Korban Mas Bechi Soroti Ditjenpas yang Tak Kabarkan Soal Bebas Bersyarat

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 10 Okt 2026 12:20 WIB
Muhammad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi saat wajib lapor dan kembali ditahan di Lapas Malang usai pembebasan bersyaratnya dicabut
Muhammad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi saat wajib lapor dan kembali ditahan di Lapas Malang usai pembebasan bersyaratnya dicabut (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Mantan santriwati Pesantren Shiddiyyah di Jombang, Jawa Timur, Firda Puteri Ambarwati menyoroti Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terkait pembebasan bersyarat Muhammad Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi. Firda menitikberatkan perhatian pada tidak adanya komunikasi dari Ditjenpas terhadap para penyintas pemerkosaan.

Firda mengaku tidak pernah dihubungi Ditjenpas baik secara langsung maupun melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Padahal, menurutnya, informasi mengenai pembebasan bersyarat Mas Bechi berkaitan dengan para korban yang hingga kini masih menanggung dampak kekerasan seksual tersebut.

"Bener Dirjenpas tidak ada menghubungi kami para korban secara langsung atau melalui LPSK," kata Firda saat diwawancarai pada Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Firda, komunikasi dengan para penyintas seharusnya menjadi perhatian dalam penanganan persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan hukuman terpidana. Ia berharap pengalaman dan suara korban turut diperhatikan, terutama ketika muncul persoalan mengenai pemberian pembebasan bersyarat.

Firda mengatakan hubungan para penyintas dengan LPSK selama ini berjalan baik. Ia secara khusus mengapresiasi petugas LPSK yang mendampingi mereka ketika menghadapi situasi genting dalam penanganan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sedangkan kami para penyintas hubungan dengan LPSK sangat baik, terutama yang bertugas saat situasi genting-gentingnya," ujarnya.

Pembebasan bersyarat Mas Bechi sebelumnya menjadi sorotan hingga akhirnya dicabut. Firda mengaku sedikit lega setelah terpidana tersebut kembali menjalani hukuman di penjara. Namun, ia menegaskan keputusan itu tidak sebanding dengan trauma yang dialami para penyintas.

"Respons saya terhadap kembalinya Bechi, pelaku predator seksual santriwati, ke penjara dan menjadi warga binaan sedikit lega. Meskipun rasa itu tidak setimpal dengan trauma yang kami alami. Trauma ini akan dibawa sampai mati," katanya.

Firda berharap pelaksanaan hukuman terhadap Mas Bechi berjalan sesuai ketentuan tanpa perlakuan khusus. Ia juga meminta agar para penyintas tidak diabaikan dalam persoalan yang berkaitan dengan kasus yang mereka alami.

"Jika ada perlakuan khusus sama saja bohong dia menjalankan sisa hukumannya. meskipun di dalam penjara dia masih bisa enak enakan, sedangkan kami merasakan trauma yang pahit seumur hidup ini," katanya



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads