Santri Lirboyo Diajak Bikin Konten Dakwah Kreatif di Trans 7 Mengajar

Santri Lirboyo Diajak Bikin Konten Dakwah Kreatif di Trans 7 Mengajar

Andhika Dwi - detikJatim
Sabtu, 10 Okt 2026 11:20 WIB
Trans 7 Mengajar di Ponpes Lirboyo Kediri.
Trans 7 Mengajar di Ponpes Lirboyo Kediri. (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Trans 7 menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) Trans 7 Mengajar Jilid XV di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema Digital Content Creator dengan semangat "Mari Beraksi, Berikan Kontribusi dan Jadilah Inspirasi".

Dalam aktivitas program ini, santri dibekali dengan keterampilan memproduksi konten digital secara kreatif, positif, dan bermanfaat. Konten tersebut difokuskan sebagai sarana dakwah serta edukasi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lobby Aula Al-Muktamar diikuti oleh 100 peserta terdiri dari pengasuh pondok pesantren serta santri dan santriwati di lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputy Director of Production Trans 7, Moh Ikhsan Soemantoro mengatakan program Trans 7 Mengajar selama ini menyasar berbagai kalangan mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.

Kali ini, Trans 7 hadir di lingkungan pesantren untuk berbagi pengetahuan mengenai produksi konten digital sekaligus mendorong generasi muda agar mampu berkarya dan memberikan kontribusi positif di ruang digital.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan-pesan positif melalui media digital. Potensi tersebut perlu didukung dengan keterampilan produksi agar konten yang dihasilkan semakin menarik dan mampu menjangkau masyarakat luas.

"Sebetulnya dalam konten-konten baik, konten-konten positif, para santri juga punya potensi yang besar untuk menyampaikan hal-hal yang sangat baik," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Trans 7 ingin berbagi pengetahuan mengenai cara memproduksi konten yang menarik sesuai dengan karakter dan ruang lingkup kehidupan santri. Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni mengajak generasi muda untuk beraksi, memberikan kontribusi, dan menjadi inspirasi melalui karya-karya positif di ruang digital.

Trans 7 Mengajar di Ponpes Lirboyo Kediri.Trans 7 Mengajar di Ponpes Lirboyo Kediri. (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan oleh Prima Dananjaya, Digital Asset Management Head of Trans 7. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan media digital, tren ekonomi kreator, teknik membuat video pendek, storytelling, hingga pemanfaatan smartphone untuk produksi dan penyuntingan konten.

Materi tersebut mendorong santri untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat. Dengan keterampilan yang tepat, ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan dakwah, pengetahuan, serta nilai-nilai kebaikan secara lebih luas.

Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung pembuatan konten dengan pendampingan para relawan dari Trans 7 Club. Karya yang dihasilkan akan dipresentasikan untuk mendapatkan evaluasi, sekaligus membuka peluang publikasi melalui platform media sosial Trans 7.

Ikhsan berharap, ilmu yang dibagikan dalam program tersebut dapat membantu para santri menghasilkan konten berkualitas yang dapat dinikmati masyarakat luas.

"Harapannya, dengan ilmu yang kami coba bagikan, semua yang tersentuh dengan program Trans 7 Mengajar bisa pada akhirnya memproduksi atau membuat konten-konten yang kualitasnya baik dan bisa dinikmati orang banyak, sehingga apa pun niat baik yang dibuat dari konten ini bisa tersampaikan dengan jauh lebih baik," jelasnya.

Ia juga menyambut positif adanya permintaan dari pihak Pondok Pesantren Lirboyo untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut melalui pendampingan setelah pelatihan.

Menurutnya, program Trans 7 Mengajar tidak harus berhenti setelah kegiatan satu hari selesai. Pendampingan lanjutan dinilai dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan sekaligus menjaga kualitas konten yang dihasilkan.

"Ini enggak hanya sekadar datang satu hari lalu selesai, tapi kami juga bisa memberikan pendampingan terhadap apa yang sudah diajarkan, apa yang sudah disampaikan, sehingga pada akhirnya kualitas konten yang dibuat juga bisa terjaga. Menurut saya, ini suatu hal yang baik," pungkasnya.

Trans 7 berharap generasi muda, khususnya santri, semakin percaya diri berkarya di ruang digital. Dengan semangat "Mari Beraksi, Berikan Kontribusi dan Jadilah Inspirasi" santri diharap mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kreatif dan bijak demi menyebar dakwah, pengetahuan, dan nilai keislaman yang selaras dengan akhlakul karimah.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads