Kiai Asep Desak Gus Ipul Minta Maaf Usai Kegaduhan di Muktamar NU

Kiai Asep Desak Gus Ipul Minta Maaf Usai Kegaduhan di Muktamar NU

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 20:24 WIB
KH Asep Saifuddin Chalim, penulis epilog di buku
KH Asep Saifuddin Chalim alias Kiai Asep (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan melaporkan tiga orang yang menuduh adanya praktik suap dan aliran dana korupsi ke arena Muktamar ke-35 NU. Langkah hukum ini ditempuh lantaran somasi yang dilayangkan tidak direspons.

Salah satu pihak yang disomasi Gus Ipul yakni KH Asep Saifuddin Chalim buka suara. Ulama yang akrab disapa Kiai Asep itu meminta Gus Upul minta maaf ke seluruh warga NU atas kegaduhan yang terjadi selama Muktamar NU.

"Ya menurut saya untuk melakukan kekondusifan situasi, Gus Ipul harus minta maaf atas nama ketua panitia," kata Kiai Asep saat ditemui di Surabaya, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah ini menyebut banyak hal tidak baik terjadi saat Muktamar. Mulai dari penyekapan hingga transaksi suap.

"Bahwa muktamar itu telah banyak hiruk-pikuk orang membicarakan banyak risywah (suap) dan penyekapan. Untuk itu minta maaf kepada seluruh keluarga, semoga hal ini tidak akan pernah terulang kembali, gitu kan sudah bagus. Itu ditunggu, diakui," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi syaratnya minta maaf itu kan ada pengakuan gitu. Muqirrun bidzunub wa qod da'aka, jadi, mengakui kemudian minta maaf. Wah, orang NU itu gampang sekali kalau dimintai maaf, sudah dan jangan pernah terjadi lagi," tambahnya.

Kiai Asep menyentil organisasi PBNU seharusnya menjunjung tinggi integritas dan komitmen melawan segala bentuk tindakan suap.

"Masa organisasi besar yang selama ini punya integritas dan komitmen terhadap penegakan hukum, terhadap komitmen terhadap Indonesia yang maju, adil, dan makmur kok dikhianati? Kan nggak boleh. Karena risywah itu sama dengan korupsi, penyekapan sama dengan penjajahan," tandasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads