Pengendara yang melintasi ruas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi) untuk segmen Gending-Simpang Susun Kraksaan-Simpang Susun Paiton bakal segera dikenakan tarif resmi mulai 14 Oktober 2026. Kebijakan berbayar ini diberlakukan menyusul tuntasnya masa sosialisasi dan uji coba gratis yang telah berlangsung selama dua pekan.
Skema pembayaran yang diterapkan pada jalur bebas hambatan ini menggunakan sistem transaksi tertutup. Artinya, nominal yang harus dibayar pengendara akan menyesuaikan dengan jarak tempuh antara pintu masuk dan pintu keluar yang dipilih.
Rincian biaya yang perlu disiapkan pengguna jalan tol terbagi berdasarkan kategori kendaraan sebagai berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif Tol Prosiwangi Saat Mulai Berbayar
Golongan I (Sedan, Jip, Pick Up, Bus, dan Truk Kecil
- Perjalanan Gending menuju Kraksaan: Rp16.000
- Perjalanan Kraksaan menuju Paiton: Rp20.000
- Perjalanan Gending langsung menuju Paiton: Rp36.000
Golongan II & III (Truk dengan 2 dan 3 Gandar)
- Perjalanan Gending menuju Kraksaan: Rp24.000
- Perjalanan Kraksaan menuju Paiton: Rp30.500
- Perjalanan Gending langsung menuju Paiton: Rp54.500
Golongan IV & V (Truk Besar dengan 4 Gandar atau Lebih)
- Perjalanan Gending menuju Kraksaan: Rp32.000
- Perjalanan Kraksaan menuju Paiton: Rp40.500
- Perjalanan Gending langsung menuju Paiton: Rp72.500
Diharapkan Mampu Mengurai Kemacetan Jalur Pantura
Pembukaan segmen tol baru ini turut menjadi perhatian aparat kepolisian setempat. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menilai hadirnya fasilitas jalan tol ini dapat menjadi solusi efektif untuk memecah penumpukan kendaraan serta menekan potensi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalur utama Pantura.
"Kami berharap dapat mengurangi pertama, kemacetannya, yang kedua tingkat kecelakaannya, juga agar masyarakat lebih tertib," ujar AKBP Asmida saat memantau kondisi di Gerbang Tol Gending, Rabu (30/9/2026).
Menurut Asmida, ketersediaan gerbang tol anyar beserta dua titik keluar (*interchange*) di kawasan tersebut bakal mengurai beban arus kendaraan darat. Tak hanya memperlancar mobilitas warga, infrastruktur ini juga diproyeksikan memberi dampak positif bagi sektor ekonomi daerah.
"Kemudian untuk perekonomian masyarakat Probolinggo juga terbantu dengan adanya gerbang tol ini," tambahnya.
Menyikapi operasional tol berbayar ini, jajaran Polres Probolinggo telah mengagendakan rekayasa dan pengamanan lalu lintas, khususnya pada persimpangan yang mempertemukan jalur keluar tol dengan jalan arteri nasional.
Pengendara pun diimbau untuk selalu mematuhi batas kecepatan, menjaga ketertiban berkendara, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum bertransaksi di gerbang tol.
