Belasan Warga Trenggalek Diduga Keracunan Menu Aqiqah

Belasan Warga Trenggalek Diduga Keracunan Menu Aqiqah

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 08 Okt 2026 20:30 WIB
woman have food poisoning
Ilustrasi keracunan makanan (Foto: Getty Images/izzetugutmen)
Trenggalek -

Belasan warga Trenggalek mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu makanan aqiqah. Kini mereka harus menjalani perawatan di sejumlah layanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan dugaan keracunan tersebut bermula saat puluhan warga menghadiri acara aqiqah pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek.

Sehari pascaacara sejumlah warga mengalami diare berulang, muntah, mual hingga demam tinggi. Awalnya terdapat 16 orang yang bergejala dan dilarikan beberapa fasilitas kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasien yang mengalami keluhan pada kemarin sore ada 16 orang, kemudian tambah satu yang rawat inap menjadi 17," kata Andiek, Kamis (8/10/2026) .

ADVERTISEMENT

Sepuluh pasien ditangani Puskemas Pule, dengan rincian tujuh pasien rawat jalan dan tiga rawat inap. Kemudian di Puskesmas Suruh tiga pasien rawat inap dan empat pasien rawat jalan. Dua pasien rawat kalan di klinik Bendorejo.

"Tambahan yang satu pasien rawat inap di Puskesmas Pogalan," ujarnya.

Menu yang dikonsumsi saat kegiatan aqiqah tersebut cukup beragam, di antaranya satai kambing, gulai, es degan dan minuman konyaku. Tidak hanya itu para tamu juga mendapatkan roti bolu pisang.

Menurutnya dari belasan pasien tersebut mayoritas mulai berangsur-angsur membaik. Frekuensi diare yang dialami juga mulai berkurang.

Terkait kejadian itu, tim surveilans Dinas Kesehatan Trenggalek langsung diturunkan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi, guna mengungkap dugaan penyebab keracunan.

Petugas mengamankan sejumlah sampel sisa makanan hajatan yang dikonsumsi oleh warga. Namun, sisa makanan yang diamankan mulai berjamur. Sampel tersebut akan dilakukan uji laboratorium.

"Kami masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para pasien dan kemungkinan adanya tambahan pasien lain," imbuh Andik.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads