44 Siswa SMP Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Begini Kata Kepala SPPG

44 Siswa SMP Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Begini Kata Kepala SPPG

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 07 Okt 2026 21:15 WIB
Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi.
Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kepala SPPG Jabon, Mojoanyar, Yanse Young Pribadi angkat bicara ihwal 44 siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga keracunan MBG. Ia mengaku tidak menerima keluhan dari sekolah terkait sate ayam pada MBG yang diduga basi.

Yanse menjelaskan, setiap harinya, SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja memasok 2.919 porsi MBG untuk 15 sekolah. Salah satunya ke SMPN 1 Mojoanyar sejumlah 702 porsi untuk siswa, guru dan karyawan sekolah.

Pada Selasa (6/10), pihaknya menyajikan MBG dengan menu sate ayam, saus kacang, nasi, acar timun dan wortel, serta anggur muscat. Nah, 44 siswa SMPN 1 Mojoanyar mengalami sakit perut, pusing, mual, muntah dan diare diduga setelah menyantap menu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dimasaknya setelah subuh sekitar jam 5, distribusinya jam 11. Sama setiap hari," jelasnya kepada wartawan di SPPG Jabon Mojoanyar, Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Mojoanyar, Mojokerto, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan kesaksian para siswi korban keracunan, MBG baru dibagikan sekitar pukul 14.00 WIB. Artinya, makan bergizi gratis itu baru dimakan para siswa sekitar 3 jam setelah tiba di sekolah.

ADVERTISEMENT

Para siswi korban keracunan mencurigai sate ayam pada MBG tersebut menjadi biang keladinya. Sebab menurut mereka, sate ayam tersebut mengeluarkan aroma tak sedap dan terdapat rasa asam layaknya makanan basi.

Merespons kecurigaan itu, Yanse menjelaskan SOP distribusi MBG ke sekolah penerima manfaat. Menurutnya, pihaknya selalu memberi sampel MBG kepada guru PIC untuk dicicipi sebelum dibagikan kepada para siswa.

Apabila rasa MBG tidak enak atau bahkan tak layak konsumsi, pihak sekolah diminta menyampaikan keluhan ke SPPG. Sehingga dapur MBG bisa melalukan penggantian. Dalam kasus ini, Yanse mengaku tidak menerima keluhan apa pun dari SMPN 1 Mojoanyar.

"Pihak sekolah juga sudah mengimbau kalau ada rasa kecut-kecut atau aneh, tidak perlu dimakan. Cuman itu tadi, siswanya tetap memaksa memakannya. Kami tidak ada info dari sekolah, padahal kami sudah bilang berkali-kali ke pihak sekolah kalau ada apa-apa atau tidak enak rasanya, bilang, nanti kami ganti dengan yang baru," terangnya.

Apabila sebagian sate ayam yang disantap para siswa memang basi, Yanse menduga karena faktor cuaca. Namun, pihaknya menunggu penyelidikan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto untuk mengungkap penyebab 44 siswa mengalami gejala klinis keracunan.

"Kira-kira penyebabnya mungkin karena cuaca panas jadi lembab di dalam ompreng. Sampel makanan sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan. Kami belum tahu betul apakah dari kesalahan kami atau bagaimana," tandasnya.

Sebelumnya, dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Mojoanyar baru terungkap pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB. Sebab banyak siswa yang mengantre di toilet karena diare. Keluhan lainnya berupa sakit perut, pusing, mual dan muntah. Pihak sekolah pun menghubungi Puskesmas Gayaman.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto merilis total 44 siswa SMPN 1 Mojoanyar yang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah itu, 16 siswa dievakuasi ke Puskesmas Gayaman dan 1 siswa ke RS Gatoel.

Sedangkan 27 siswa ditangani di sekolah karena gejalanya ringan. Update terbaru, tinggal 2 siswi yang menjalani rawat inap di Puskesmas Gayaman.

Berdasarkan pengakuan para korban, mereka keracunan MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih menyelidiki apakah karena MBG atau penyebab yang lain.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads