Pasar Murah Pemkot Surabaya Diserbu Warga, 22 Dus Minyak Ludes

Pasar Murah Pemkot Surabaya Diserbu Warga, 22 Dus Minyak Ludes

Nailul Hikmah - detikJatim
Rabu, 07 Okt 2026 17:45 WIB
Pasar murah Pemkot Surabaya
Pasar murah Pemkot Surabaya/Foto: Nailul Hikmah/detikJatim
Surabaya -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

GPM kembali digelar di sejumlah wilayah Kota Surabaya sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Salah satu pelaksanaan GPM berlangsung di Kelurahan Airlangga. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Kelurahan Airlangga, Sulistiani mengatakan, antusiasme warga terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Warga bahkan mulai berdatangan dan mengantre sebelum kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Sangat antusias sekali, sebenarnya kita itu buka dari jam 09.00 WIB hingga selesai, tapi dari 07.30 WIB, pengurus kami masih mau prepare, warga sudah berjejer semua," ujarnya pada Rabu (7/10/2026).

Sulistiani mengungkapkan tingginya antusiasme warga membuat minyak sebanyak 22 dus terjual habis. Sementara itu, beras SPHP masih tersisa sekitar 30 karung.

"Minyak 22 dus semuanya habis, tinggal beras SPHP sih masih ada 30 itu masih ada, tapi secara keseluruhan habis. Justru yang sangat kelihatan kurang banget minyak, dari 20 dus itu nggak sampai 1 jam.," terangnya.

Ia menyebut, komoditas utama yang dijual dalam GPM merupakan bahan pokok, seperti minyak, gula, beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Ia juga menyebut barang yang dijual di koperasi diperbolehkan untuk dibawa dan dijual dalam kegiatan tersebut sebagai penyeimbang.

Hal itu telah dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan mendapat izin dengan catatan harga tetap disesuaikan agar terjangkau.

"Apa yang kita jual di koperasi boleh dibawa ke sini untuk penyeimbang. Itu pun kita sudah koordinasi dengan dinas koperasi, apakah kita diperbolehkan? Boleh, tapi tetap penyeimbang dengan konsekuensi harga juga kita harus menyamaratakan," jelasnya.

Menurutnya, penentuan harga harus seimbang dan tidak boleh lebih mahal agar tujuan kegiatan pangan murah tetap dapat dirasakan masyarakat.

"Jangan sampai karena barang kita mahal, akhirnya dari pangan murah tadi tidak tersampaikan Jadi kita harus seimbang," lanjutnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Selain itu, selisih harga antara barang di pasaran dan yang dijual dalam kegiatan pasar murah dinilai cukup membantu masyarakat, terutama ibu-ibu.

"Lumayan kalau hitungan persen, ya misalkan harga di luaran itu Rp 36 ribu, di sini juga Rp 31 ribu. Satu item ya, misalkan gula di luaran Rp 18 ribu di sini Rp 17 ribu. Seribu bagi emak-emak berarti banget betul, sangat beruntung," jelasnya.



(hil/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads