Antrean pasien di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Jember menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut hampir seluruh rumah sakit saat ini menghadapi antrean panjang sehingga perlu peningkatan kapasitas layanan kesehatan.
Fawait mengatakan kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkab Jember memasukkan penguatan infrastruktur kesehatan dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
"Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar dari masyarakat," katanya, Rabu (7/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tegaskan bahwa persoalan kapasitas rumah sakit tidak bisa menunggu hingga beberapa tahun ke depan. Utamanya rumah sakit dr Soebandi Jember yang merupakan rumah sakit rujukan.
"Salah satu yang menjadi perhatian adalah Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember," ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebut, rumah sakit tersebut menjadi salah satu pusat rujukan bagi rumah sakit lain di Kabupaten Jember maupun rumah sakit dari sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda.
"Tidak bisa kita suruh nunggu (tahun) 2028, 2029, 2030 dan seterusnya," paparnya.
Selain RSD dr. Soebandi, Pemkab Jember berencana mengoptimalkan pembangunan di Rumah Sakit Balung. Gus Fawait menyebut kondisi kebutuhan layanan di rumah sakit itu sudah mendesak sehingga pembangunan dan peningkatan kapasitas perlu dipercepat.
Meningkatnya pasien dengan keluhan gangguan saluran pernapasan juga menjadi perhatian. Dia meminta masyarakat tidak mengabaikan kesehatan, khususnya anak-anak usia sekolah.
Jika mengalami gejala flu, masyarakat diminta menggunakan masker dan mempertimbangkan untuk tidak masuk sekolah sementara waktu agar tidak berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.
"Kalau seandainya ada flu lebih baik pakai masker dan enggak usah masuk sekolah saja. Tapi enggak perlu panik karena kondisinya sudah menurun," ungkapnya.
