Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Lereng Gunung Panderman, tepatnya di kawasan hutan produksi petak 228 A RPH Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Karhutla tersebut diduga dipicu oleh ulah oknum tak bertanggung jawab.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan, Ahmad Syaifudin, menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa terbakarnya lahan seluas lebih dari 1 hektare tersebut. Hal itu diperkuat dengan lokasi kebakaran yang berada di hutan produksi.
"Ini orang-orang jahil ini. Dugaannya sengaja bakar," ujar pria yang akrab disapa Udin ini saat dihubungi detikJatim melalui sambungan telepon pada Selasa (6/10/2026).
Baca juga: Hutan Lereng Gunung Panderman Terbakar Lagi |
Menurut Udin, dugaan tersebut menguat karena pola kemunculan titik api dalam dua hari terakhir memiliki pola yang sama. Pada kejadian pertama, Senin (5/10) lalu, titik api terpantau muncul sekitar pukul 09.30 WIB. Sementara pada Selasa (6/10) pagi, api kembali berkobar di lokasi yang sama sekitar pukul 10.00 WIB.
"Sengaja bakar kalau melihat dari awal kemarin. Wong kemarin itu terlihat juga hampir sama kok, pukul 09.30-an. Kemungkinan ada yang bakar-bakar lalu ditinggal, akhirnya merembet mengingat kondisinya sangat kering," jelasnya.
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari LMDH, Perhutani, BPBD, pengelola pendakian, hingga relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk pemadaman darat. Petugas membuat sekat bakar dan memadamkan api secara manual menggunakan gepyok.
Kobaran api berhasil padamkan pada Selasa siang dan kini hanya menyisakan bara api.
Menindaklanjuti kejadian berulang ini, pihak LMDH bersama Perhutani akan memperketat pengawasan dan menghentikan sementara aktivitas garapan warga di area hutan produksi tersebut.
"Langkah dari Perhutani dan kita tetap mensosialisasikan ke masyarakat untuk tidak menyalakan api di kawasan hutan mengingat kondisi bahwasanya sangat kering," tegas Udin.
Udin menambahkan, hutan produksi atau lahan di lereng Gunung Panderman yang dimanfaatkan dan digarap warga sekitar diperkirakan mencapai 200-300 hektare. Demi mencegah kejadian serupa, para penggarap lahan akan dikumpulkan untuk mendapat pembinaan khusus.
"Langkah kedepannya akan ada pembinaan. Yang menggarap di lahan tersebut untuk sementara di-off-kan, tidak boleh menggarap terlebih dahulu," tandasnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(auh/dpe)