Dua orang korban ledakan di Klaster Komersial San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya, dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Keduanya laki-laki, mengalami luka bakar serta trauma inhalasi.
Pantauan detikJatim, korban dibawa dengan ambulans dari IGD RSUD Haji menuju RSUD Dr. Soetomo sekitar pukul 11.10 WIB. Korban terlihat didampingi pihak keluarga. Dua korban itu sebelumnya dievakuasi ke IGD RSUD Haji sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka mengalami luka bakar dengan persentase sekitar 13-18%.
Ketua Tim Sub Substansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur, mengatakan dua korban harus dirujuk karena mengalami trauma inhalasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini kondisi luka bakarnya di area wajah dan leher ya. Ada dua yang akan dirawat di ICU Rumah Sakit Haji dan ada dua yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo. Kondisi yang dirujuk ada trauma inhalasi," ujar Masrur kepada detikJatim, Selasa (6/10/2026).
Masrur mengatakan 4 korban yang sempat dibawa ke RSUD Haji terdiri dari satu perempuan dan 3 orang laki-laki. Setelah 2 orang dirujuk saat ini masih ada 2 korban yang menjalani perawatan intensif di RSUD Haji.
Diketahui bahwa ledakan di Klaster Komersial San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya itu terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 07.06 WIB. Akibat ledakan itu, sejumlah ruko di lokasi itu terdampak. Sebagian besar di antaranya mengalami kerusakan pada kaca bangunan.
Pantauan detikJatim, ruko yang mengalami kerusakan paling parah merupakan bangunan bercat kombinasi kuning dan hijau. Berdasarkan keterangan sejumlah penghuni ruko di lokasi, bangunan tersebut merupakan Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri.
"Dari warung Sri Dewi itu loh mbak. Kejadiannya awalnya di situ," ujar Tia, salah satu pegawai ruko di samping ruko rumah makan yang turut terdampak ledakan, saat ditemui detikJatim, Selasa (6/10/2026).
