Event lari mulai kategori 5K hingga full marathon di Surabaya pada Minggu (4/10/2026) menuai keluhan dari sejumlah warga. Penutupan sejumlah ruas jalan saat acara berlangsung membuat perjalanan warga terganggu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara soal keluhan tersebut. Ia memastikan akan mengevaluasi pelaksanaan event lari, khususnya terkait sosialisasi penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.
"Nanti evaluasi sosialiasi akan lebih dimasifkan kalau ada event maraton, sehingga bisa tidak melewati jalan itu sementara sampai waktu penutupan," kata Eri saat dihubungi detikJatim, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri mengatakan, sejak jauh-jauh hari sudah disosialisasikan jalan mana saja yang ditutup. Penutupan jalan juga dilakukan hingga pukul 10.00 WIB.
Salah satu evaluasinya adalah memasifkan petugas mengarahkan pengendara melewati jalan alternatif pada event lari ke depannya.
"Jadi nggak sampai masuk dan akhirnya nggak bisa lewat. Kamu menguatkan petugas di lapangan," ujarnya.
Ia juga menegaskan, event lari tidak menutup jalan, kecuali marathon. Apalagi lomba lari kemarin Minggu (4/10) juga diikuti oleh pelari internasional.
"Kalau lari biasa tidak ada pelari internasional tidak pernah menutup jalan," tegasnya.
Di kota lain pun menggelar lomba lari marathon dan Surabaya juga merasa mampu. Namun ke depannya ada sejumlah aspek yang diperbaiki lagi agar dapat saling nyaman dan warga bisa memahami.
"Kita mau ambil event, ada Jakarta, Borobudur, maka Surabaya juga ada," katanya.
"Iya harus (meningkatkan sosialisasi penutupan jalan-pelaksanaan), dan warga juga harus memahami karena ini adalah salah satu meningkatkan pergelaran ekonomi di Surabaya. Karena warga yang dilewati banyak yang memberikan semangat jadi ada yang sudah tahu. Jadi salah satu acara dengan memasifkan sosualisasi," tanbahnya.
Menurutnya, event lari ini adalah salah satu cara manaikkan wisata dan PAD melalui sport tourism, apalagi ada lari jarak jauh. "UMKM dan perekonomian begerak hingga Rp 70 miliar," pungkasnya.
(auh/abq)
