Sambat Warga Surabaya gegara Jalan Ditutup Saat Event Maraton

Sambat Warga Surabaya gegara Jalan Ditutup Saat Event Maraton

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 05 Okt 2026 20:00 WIB
Runners in a marathon.
Ilustrasi Marathon (Foto: Getty Images/carlosalvarez)
Surabaya -

Event lari mulai 5K sampai full marathon yang digelar minuman energy di Surabaya pada Minggu (4/10) kemarin banyak dikeluhkan oleh warga. Sebab, acara digelar pagi hari dan sejumlah titik jalan ditutup.

Pengalihan arus lalu lintas jalan yang ditutup telah disosialisasikan jauh hari sebelum event digelar. Namun terdapat sejumlah warga yang mengeluh jalan ditutup tanpa diberitahu petugas di lapangan harus melalui jalan alternatif.

Banyak warganet mengeluh di sosial media. Seperti akun TikTok @rara, jalan ditutup membuat perjalanannya menuju kantor terkendala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua jalan ditutup, koar" jauh" hari jalan yang ditutup, hari H nya semua di tutup. bikin semua orang kerja telat, at least kasih jalan tikus kl smua akses jalan di tutup," tulis akun tersebut seperti yang dilihat detikJatim, Senin (5/10/2026).

Sama seperti akun Threads @carynano menuliskan keluhannya pada utas yang diunggah kemarin Minggu. Ia hendak pulang tidak bisa karena jalan ditutup untuk event lari.

ADVERTISEMENT

"Masa mau pulang aja susah, semua jalan ditutup ... yang punya acara gak mikir. Sak suroboyo kongkon mikiri wong mlayu !!!," tulis utas akun tersebut.

Kemudian, ada akun @budi_tarjo memberi tanggapannya terkain event running yang bikin warga Surabaya ngomel-ngomel tersebut.

"16 tahun tinggal di Surabaya setiap sabtu minggu selalu ada event dan kalau sudah nutup jalan ruwetnya luar biasa. Tengah kota Surabaya itu ada 2 stasiun, hotel2 dan gereja jadi kalau hari minggu pasti rame. Kalau event lari nutup jalan segitu banyaknya tanpa memikirkan jalan alternatifnya ya orang pasti marah2. Lain kali kalau buat event mending sewa Pakuwon City atau Citraland jadi gk ganggu dan ngerepotin banyak orang," jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang perjalanannya terganggu selama event lari berlangsung.

"Tentu saja kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Surabaya apabila perjalanannya ada yang terganggu," kata Herry.

Herry mengatakan, walaupun mengorbankan pengguna jalan, lomba lari tersebut turut berkontribusi pada perekonomian Surabaya. Sebab, hampir 40 persen peserta lomba dari luar kota dan satu persen dari luar negeri.

"Tetapi berpikirlah kita kembali bahwa acara yang kita saksikan saat ini, bagaimana bisa meningkatkan perputaran ekonomi yang sangat luar biasa di Kota Surabaya," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads