Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober sebagai momentum untuk mengapresiasi jasa dan peran para guru dalam dunia pendidikan. Peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu di ruang kelas, tetapi juga membimbing, memberikan motivasi, serta turut membentuk karakter dan masa depan para murid.
Pengaruh seorang guru juga dapat melekat dalam kehidupan anak didiknya, bahkan jauh setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Di berbagai daerah, terdapat sosok-sosok guru yang kisahnya dikenal luas karena pendekatan, perjuangan, maupun kontribusinya dalam pendidikan. Lantas, siapa saja mereka?
Sosok-sosok Guru Inspiratif
Kelima sosok berikut memiliki latar belakang dan cara mengajar yang berbeda. Namun, kisah mereka sama-sama menunjukkan bahwa dunia pendidikan dapat memberi dampak yang lebih luas dari sekadar proses belajar mengajar di dalam kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional
Dilansir laman resmi KPU Kabupaten Yahukimo, Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh penting dalam perkembangan pendidikan Indonesia. Pada 1922, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong kemandirian dan potensi peserta didik.
Pemikirannya tercermin dalam semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", yang menekankan peran guru sebagai teladan hingga pembangun semangat. Perjuangannya dalam memajukan pendidikan membuat Ki Hajar Dewantara menjadi sosok yang menginspirasi hingga kini.
2. Butet Manurung, Mengajar di Tengah Hutan
Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung dikenal sebagai penggagas Sokola Rimba, program pendidikan bagi masyarakat adat dan komunitas terpencil. Dilansir dari laman resmi Universitas Padjadjaran, Butet mulai mendampingi Orang Rimba di Jambi pada 1999 sebagai fasilitator pendidikan.
Ia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat dan belajar memahami bahasa serta kebiasaan mereka.
Dalam perjalanannya, Butet mengajarkan baca-tulis dengan metode yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat setempat. Meski menghadapi medan sulit, perbedaan budaya, dan penolakan, ia tetap bertahan membawa pendidikan ke wilayah terpencil. Dedikasi tersebut menjadikannya sosok guru yang menginspirasi.
3. Ahmad Dahlan, Guru dan Pembaharu Pendidikan
K H Ahmad Dahlan, yang memiliki nama kecil Muhammad Darwis, merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan pendidikan Indonesia. Pada 1912, ia mendirikan Muhammadiyah sebagai wadah pembaruan di bidang agama, pendidikan, dan sosial.
Melalui organisasi tersebut, Ahmad Dahlan mengembangkan lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan agama dan pengetahuan umum. Bagi Ahmad Dahlan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian.
Perjuangannya dalam memperbarui sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas masyarakat menjadikannya sosok yang menginspirasi. Nilai yang dapat diteladani dari perjuangannya adalah kepedulian terhadap pendidikan, keberanian melakukan perubahan, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
4. Dewi Sartika, Pelopor Pendidikan Perempuan
Raden Dewi Sartika merupakan tokoh pendidikan asal Jawa Barat yang sejak kecil memiliki ketertarikan terhadap kegiatan mengajar. Cita-citanya diwujudkan dengan mendirikan Sakola Istri pada 16 Januari 1904 di Bandung, yang memberikan pendidikan dasar, agama, dan keterampilan bagi perempuan.
Langkah ini menjadi upaya penting untuk membuka akses pendidikan bagi perempuan pada masa itu. Dilansir dari laman resmi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, perjuangan Dewi Sartika menghadapi keterbatasan fasilitas dan pandangan masyarakat terhadap pendidikan perempuan.
Meski begitu, ia terus mengembangkan sekolahnya hingga semakin dikenal dan mendapat dukungan. Kegigihannya menjadikan Dewi Sartika sebagai sosok guru yang menginspirasi sekaligus teladan dalam memperjuangkan kesempatan pendidikan bagi perempuan.
5. Zaharman, Guru Tangguh di Daerah Terpencil
Zaharman, guru olahraga di SMA Negeri 7 Rejang Lebong, Bengkulu, merupakan sosok guru yang mendapat penghargaan Guru Menginspirasi pada 2024. Dikutip dari laman Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, ia telah mengabdi sejak 1991 dan tetap mengajar di daerah terpencil meski harus menghadapi medan sulit, keterbatasan fasilitas, serta berbagai tantangan sosial.
Dedikasinya semakin dikenal setelah mata kanannya mengalami kebutaan permanen akibat serangan ketapel saat menegur siswa yang merokok di sekolah. Meski demikian, Zaharman tetap memilih mengajar dan mendampingi murid-muridnya. Perjuangannya menjadi contoh bahwa berbagai keterbatasan tidak menghalangi seorang guru untuk terus mengabdi dan memberikan manfaat bagi pendidikan.
Kelima sosok tersebut menjadi guru inspiratif karena mengajar dengan penuh dedikasi,memperjuangkan akses pendidikan, serta berani menghadapi berbagai keterbatasan. Mereka tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi berupaya membentuk karakter, kemandirian, dan masa depan murid.
Perjuangan Ki Hajar Dewantara, Butet Manurung, Ahmad Dahlan, Dewi Sartika, dan Zaharman menunjukkan bahwa peran guru dapat memberikan dampak positif dan menjadi teladan bagi generasi yang dididiknya.
