Cuaca Panas Aman Minum Air Es? Ini Kata Ahli Gizi

Cuaca Panas Aman Minum Air Es? Ini Kata Ahli Gizi

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 04 Okt 2026 16:20 WIB
ilustrasi es batu
Ilustrasi air es/Foto: (Thinkstock)
Surabaya -

Cuaca panas terik, terutama saat siang hari membuat air es menjadi pilihan banyak orang untuk menyegarkan tubuh. Namun, apakah sebenarnya aman kerap minum air es saat cuaca sedang panas?

Ahli Gizi dari Ottimmo International, Dr Heni Adhianata mengatakan, minum air es saat cuaca panas pada dasarnya aman. Namun, hal tersebut tetap bergantung pada respons tubuh masing-masing.

"Sebenarnya aman saja (minum air es), namun tergantung respons tubuh masing-masing," kata Heni, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heni menjelaskan, dalam beberapa kondisi, tubuh bisa memberikan respons yang tidak nyaman ketika terlalu banyak mengonsumsi minuman dingin. Jika mengalami kondisi tersebut, konsumsi air es sebaiknya dibatasi.

ADVERTISEMENT

"Tapi ketika aman sebenarnya enggak masalah. Yang penting adalah ketercukupan jumlah airnya sebenarnya yang utama," tuturnya.

Menurut Heni, yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan cairan bukan hanya tentang suhu air yang diminum, melainkan jumlah air yang masuk ke tubuh yakni minimal 2 liter per hari.

Dengan kata lain, air dingin maupun air dengan suhu normal tetap dapat menjadi asupan cairan. Masyarakat dapat menyesuaikan pilihan suhu minuman dengan kondisi tubuh masing-masing.

"Kalau dari kecukupannya yang dilihat jumlah airnya," jelasnya.

Meski begitu, Heni mengingatkan kondisi tubuh juga perlu diperhatikan, terutama ketika sedang kurang fit.

"Ketika dalam kondisi panas atau kurang fit, nah itu kan respons tubuh kita terhadap masuknya air es itu kan juga akan berpengaruh ke kesehatan," tuturnya.

Karena itu, jika tubuh mulai terasa lelah atau letih, Heni menyarankan untuk menghindari sementara minuman yang terlalu dingin.

"Jadi, kalau memang dirasa mungkin sudah merasa agak lelah, letih seperti itu ya dihindari yang berbau es," katanya.

Sebagai gantinya, masyarakat bisa memilih air dengan suhu normal atau air hangat.

"Bisa kita ganti dengan air suhu normal atau ya air hangat aja, gitu," pungkas Heni.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads