Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menunjuk Irjen Dekananto Eko Purwono menjadi Kaplda Jatim. Perwira asal Bojonegoro itu akan menggantikan Irjen Nanang Avianto yang telah menjabat sejak Maret 2025.
Penunjukan tersebut sesuai dengan Surat Telegram (ST) terkait mutasi dan rotasi jabatan di Mabes Polri. Dalam ST perdananya sebagai Kapolri, ada 76 perwira tinggi (pati) yang dirotasi.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor: 2205/XKEP./2026, tanggal 2 Oktober 2026. Rotasi jabatan ini berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1532/X/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor: 2205/XKEP./2026, tanggal 2 Oktober 2026. Rotasi jabatan ini berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1532/X/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
"Sehubungan dengan referensi di atas, dengan ini diberitahukan kepada para Pati dan Pamen Polri di bawah ini dibebaskan dari jabatan lama/dimutasikan dalam jabatan baru," demikian dalam surat telegram yang diterima, Sabtu (3/10/2026).
Dalam Surat Telegram tersebut disebutkan Irjen Dekananto Eko Purwono, yang menjabat Wakapolda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Jatim menggantikan Irjen Nanang Avianto yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Sespim Lemdiklat Polri.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi membenarkan pergantian pucuk pimpinan dari Irjen Nanang ke Irjen Dekananto. Tak hanya Kaolda, Jules menyebut Wakapolda Jatim juga.
"Benar, terdapat mutasi dan rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Dalam surat telegram tersebut juga terdapat pergantian pada jabatan Kapolda Jawa Timur dan Wakapolda Jawa Timur," kata Abbast kepada detikJatim, Sabtu (3/10/2026).
Abbast menambahkan rotasi jabatan dalam tubuh Polri merupakan bagian dari dinamika dan penyegaran dalam rangka pembinaan karir. Polda Jatim juga akan melanjutkan setiap kebijakan pimpinan.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier serta penyegaran dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas Polri," imbuh Abbast.
"Polda Jawa Timur tentunya siap melaksanakan kebijakan pimpinan dan memastikan seluruh kegiatan pelayanan kepada masyarakat serta pemeliharaan kamtibmas di Jawa Timur tetap berjalan sebagaimana mestinya," tandasnya.
