Fakta-fakta Saiful Lolos dari Maut KM Virgo tapi Kehilangan Paman

Fakta-fakta Saiful Lolos dari Maut KM Virgo tapi Kehilangan Paman

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 03 Okt 2026 08:15 WIB
Jarot Setiawan (51), korban KM Virgo Transport 8 terakhir asal Kademangan, Kab Blitar tiba di rumah duka
Jarot Setiawan (51), korban KM Virgo Transport 8 terakhir asal Kademangan, Kab Blitar tiba di rumah duka (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Duka menyelimuti keluarga Jarot Setiawan, warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Jarot menjadi salah satu korban tewas tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo pada 13 September 2026.

Setelah penantian panjang selama dua pekan, jenazah Jarot akhirnya berhasil teridentifikasi dan dipulangkan ke kampung halaman pada Jumat (2/10/2026).

Berikut 6 fakta terkini terkait pemulangan jenazah Jarot hingga kesaksian korban selamat:

1. Jenazah Tiba di Blitar Usai Teridentifikasi via DNA

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah Jarot tiba di rumah duka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Blitar, pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah diantar menggunakan ambulans dari Surabaya setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan kebiasaan pencocokan sampel DNA.

"Sudah selesai diidentifikasi kemarin, DNA-nya cocok. Dikabari orang di Surabaya, terus dipulangkan hari ini," ujar kakak Jarot, Gatot Sudikdo (55).

ADVERTISEMENT

2. Dikenali dari Gelang, Kaos, dan Sweater

Sebelum hasil analisis DNA resmi keluar, pihak keluarga sebenarnya sudah menduga kuat salah satu jenazah yang ditemukan adalah Jarot. Keponakannya, Saiful Anwar (42), mengenali barang-barang yang melekat pada tubuh pamannya saat tragedi terjadi.

"Awalnya mengenali dari gelang, kaos, dan sweater yang dipakai saat itu. Tapi tetap harus nunggu kepastian identifikasi DNA dulu," kata Saiful.

3. Kesaksian Saiful Saat Kapal Miring dan Pintu Keluar Terkunci

Saiful Anwar satu-satunya warga Blitar yang selamat dari musibah tersebut-menceritakan detik-detik mencekam saat kapal mulai tenggelam. Saat kejadian, ia dan pamannya sedang tidur di area khusus sopir.

"Sopir-sopir dibangunin, 'Bangun! Bangun! Kapal miring!' Saya lihat Pak Lek (Jarot) sudah lari duluan di depan. Saya ambil pelampung, lari ke pintu keluar tapi sudah tidak bisa lewat. Akhirnya saya lompat lewat atap," kenang Saiful.

Saiful berhasil bertahan hidup setelah naik ke rakit penyelamat (life raft) bersama ABK sebelum akhirnya dievakuasi oleh KN SAR Laksmana 241.

4. Perjalanan Luar Pulau Pertama Bagi Korban

Menurut keluarga, pekerjaan sehari-hari Jarot adalah sopir angkutan barang rute Tulungagung-Surabaya. Perjalanan ekspedisi menyeberang pulau bersama keponakannya ini merupakan kali pertama bagi Jarot.

"Beliau bilang 'Aku ikut, Lee' kalau pas kosong nyupir. Sudah tiga kali ikut saya, tapi yang rute jauh naik kapal baru kali ini," jelas Saiful.

5. Meninggalkan Istri dan Dua Anak

Kepergian Jarot meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih menempuh pendidikan. Anak pertamanya baru lulus SMA, sedangkan anak bungsunya masih duduk di bangku kelas 3 MTs.

6. Empat Warga Blitar Jadi Korban Musibah KM Virgo Transport 8

Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 mencatat total empat warga Kabupaten Blitar yang menjadi korban.

Mereka adalah Saiful Anwar asal Desa Slorok, Garum dengan kondisi Selamat, Jarot Setiawan asal Desa Plosorejo, Kademangan ditemukan Meninggal dunia, lalu Reyner (22) dan Santoso (36) asal Desa Krisik, Gandusari ditemukan Meninggal dunia.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads