Perjuangan Pilu Saiful Lolos dari Maut KM Virgo tapi Kehilangan Paman

Round Up

Perjuangan Pilu Saiful Lolos dari Maut KM Virgo tapi Kehilangan Paman

Hilda Meilisa Rinan - detikJatim
Sabtu, 03 Okt 2026 07:00 WIB
Saiful Anwar (42) menjadi satu- satunya korban selamat KM Virgo Transport 8 asal Kabupaten Blitar
Saiful Anwar (42) menjadi satu- satunya korban selamat KM Virgo Transport 8 asalb Kabupaten Blitar/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Tangis keluarga akhirnya pecah setelah jenazah Jarot Setiawan, warga Kabupaten Blitar yang menjadi salah satu korban tewas tenggelamnya KM Virgo Transport 8, berhasil teridentifikasi dan dipulangkan ke kampung halaman. Selama lebih dari dua pekan, keluarga menanti kepastian nasib Jarot setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Masalembo, sementara keponakannya, Saiful Anwar (42), berhasil selamat dari tragedi tersebut.

Jenazah Jarot tiba di rumah duka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah diantar dari Surabaya menggunakan ambulans dan langsung disambut keluarga serta kerabat yang telah menunggu.

Jarot merupakan paman Saiful yang ikut dalam perjalanan ekspedisi bersama keponakannya tersebut. Keduanya berada di kapal saat tragedi terjadi pada 13 September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga sebelumnya terus menunggu kabar mengenai keberadaan Jarot. Harapan muncul ketika sejumlah jenazah korban ditemukan dan menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Hingga akhirnya, jenazah Jarot berhasil diidentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA. Keluarga sebelumnya juga telah mengenali sejumlah ciri yang dikenakan Jarot saat kejadian, yakni gelang, kaos, dan sweater.

ADVERTISEMENT

"Sudah selesai diidentifikasi kemarin, DNAnya cocok. Dikabari orang di Surabaya. Terus dipulangkan hari ini," kata kakak Jarot, Gatot Sudikdo (55), kepada wartawan di lokasi.

Gatot mengatakan keluarga tidak berhenti mencari informasi mengenai Jarot sejak kapal tenggelam. Saat kejadian, Jarot diketahui ikut bersama Saiful yang bekerja sebagai sopir ekspedisi.

Saiful ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan Jarot belum diketahui keberadaannya. Keluarga kemudian terus menunggu proses pencarian dan identifikasi korban.

"Ya kami terus mencari dan menunggu terus. Sampai dengan dikabari diidentifikasi itu," katanya.

Saiful menjadi satu-satunya warga Kabupaten Blitar yang selamat dalam tragedi tersebut. Ia berhasil dievakuasi oleh KN SAR Laksmana 241 dari TB/MV Mauhaw IX pada Minggu pagi (13/9/2026).

Saat ditemui detikJatim seusai pemakaman Jarot, Saiful menceritakan kembali detik-detik ketika KM Virgo Transport 8 mulai mengalami keadaan darurat.

Ketika kejadian berlangsung, Saiful dan Jarot sedang tidur berdampingan di area yang disediakan bagi para sopir angkutan. Saiful mengaku awalnya tidak mengetahui kondisi kapal hingga terdengar teriakan yang meminta para sopir segera bangun.

"Supir-supir itu dibangunin, "Bangun! Bangun! Kapal miring! Kapal miring!" gitu. Terus ya saya langsung bangun, saya lihat Pak Lek (paman) itu sudah lari duluan di depan," katanya.

Saiful kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan mencari pelampung. Ia berlari menuju pintu keluar, tetapi akses tersebut sudah tidak dapat digunakan. Kondisi kapal yang semakin miring juga membuat situasi semakin sulit karena masih banyak penumpang berada di bagian depan maupun belakang.

"Saya langsung ambil pelampung, lari ke pintu keluar, di situ udah gak bisa keluar. Depan dan belakang juga masih banyak orang. Posisi kapal itu sudah miring, terus saya lompat lewat atap dan bisa keluar," jelasnya.

Setelah berhasil keluar dari kapal, Saiful menggunakan pelampung dan menuju life raft atau rakit penyelamat. Ia kemudian berada bersama sejumlah anak buah kapal (ABK) sebelum akhirnya dievakuasi.

"Sebelum dievakuasi itu, ya saya naik life raft. Bareng dengan ABK juga. Terus dievakuasi ke Banjarmasin," katanya.

Saiful tidak mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut. Setelah dievakuasi, ia berada di Banjarmasin selama sekitar dua pekan sembari menunggu perkembangan pencarian dan identifikasi korban, termasuk pamannya.

Selama berada di Banjarmasin, Saiful masih berharap mendapatkan kabar mengenai keberadaan Jarot. Harapan itu kemudian terjawab setelah salah satu jenazah yang ditemukan dinyatakan sebagai pamannya berdasarkan hasil identifikasi DNA.

Saiful mengatakan sebelum hasil DNA keluar, keluarga sebenarnya telah memiliki dugaan kuat mengenai identitas jenazah tersebut. Mereka mengenali gelang, kaos, dan sweater yang dikenakan Jarot ketika ikut dalam perjalanan.

"2 minggu di sana, ya sambil nunggu informasi. Awalnya mengenali dari gelang, kaos dan sweaternya. Tapi harus nunggu identifikasi DNA dulu, setelah itu dibenarkan dan dibawa pulang ke Blitar," jelasnya.

"Awalnya sudah dikenali dengan gelang, kaos dan sweater yang dipakai saat itu. Tapi tetap nunggu identifikasi DNA, jadi harus nunggu dulu," tandasnya.

Setelah identitas Jarot dipastikan, jenazah kemudian dipulangkan ke Blitar pada Jumat (2/10/2026). Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan. Keluarga dan kerabat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Bagi keluarga, kepergian Jarot meninggalkan duka mendalam. Gatot mengatakan Jarot merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara dan sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan barang.

Jarot disebut biasa membawa angkutan dengan rute Tulungagung-Surabaya. Namun, perjalanan bersama Saiful kali ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ekspedisi hingga ke luar pulau.

Saiful mengatakan pamannya sempat menanyakan kemungkinan ikut bekerja bersamanya ketika sedang tidak ada pekerjaan. Jarot kemudian ikut dalam perjalanan ekspedisi bersama Saiful hingga tiga kali, tetapi baru kali ini melakukan perjalanan menggunakan kapal untuk rute luar pulau.

"Awalnya itu bilang "Aku ikut, Lee," gitu, kalau pas kosong nyupir. Terus, ya gak apa-apa kalau mau ikut ya ikut saya. Sudah tiga kali, tapi yang jauh (naik kapal) baru ini," katanya.

Menurut Saiful, Jarot merupakan sosok yang bertanggung jawab dan baik kepada keluarga. Selama ini, pamannya bekerja sebagai sopir angkutan barang dengan rute Tulungagung-Surabaya.

"Beliau juga supir barang, Tulungagung - Surabaya. Tapi kalau lintas ya baru ini, ikut saya. Orangnya bertanggungjawab dan baik," tandasnya.

Jarot meninggalkan seorang istri dan dua anak. Gatot mengatakan anak pertama Jarot telah lulus SMA, sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku kelas XIII MTs.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu adik kami, Jarot bisa ditemukan," terangnya.

Jarot menjadi salah satu warga Kabupaten Blitar yang menjadi korban dalam tragedi KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, Saiful Anwar dari Desa Slorok, Kecamatan Garum, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Sementara itu, dua warga Blitar lainnya, Reyner (22) dan Santoso (36), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya telah dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.



(abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads