Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya menerapkan skema evaluasi berkala dalam pemusatan latihan Cabang Olahraga (Puslatcab) menuju pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027. Proses penjaringan pun dilakukan hingga menghimpun lebih dari 1.100 atlet untuk kurang lebih 50 cabang olahraga (cabor) di Surabaya.
Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom menjelaskan bahwa para atlet yang masuk ke dalam Puslatcab disaring dari berbagai ajang kejuaraan seperti Piala Wali Kota, Kejurkot, Kejurprov, Kejurnas, hingga Surabaya Racing Champion.
"Atlet-atlet terbaik dari kompetisi tersebut yang masuk ke Puslatcab. Jumlahnya akan terus bertambah karena baru sekitar 50-an cabor yang terjaring," ujar Arderio kepada detikJatim di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan performa para atlet tetap optimal dan disiplin, KONI Surabaya menerapkan sistem promosi dan degradasi (promdeg) secara berkala. Evaluasi bagi atlet dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh tim pelatih.
Bukan cuma atlet, jajaran pelatih juga akan terus dievaluasi oleh KONI Surabaya dengan skema promdeg setiap 6 bulan sekali.
"Anak-anak berlatih punya kesempatan lebih panjang menuju Porprov. Namun, mereka tidak boleh terlalu nyaman di Puslatcab karena ada promosi degradasi per tiga bulan. Atlet yang di bawah sewaktu-waktu bisa mengambil posisi jika performa mereka menurun," tegasnya.
Mengenai sarana dan fasilitas latihan, Arderio memastikan seluruh atlet Puslatcab dapat memanfaatkan fasilitas olahraga yang disediakan dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
