Kesaksian Saiful Bisa Selamat Saat KM Virgo Terbalik

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 02 Okt 2026 17:30 WIB
Saiful Anwar (42) menjadi satu- satunya korban selamat KM Virgo Transport 8 asal Kabupaten Blitar (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Surabaya -

Saiful Anwar (42) menjadi satu- satunya korban selamat asal Kabupaten Blitar dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Saiful berhasil dievakuasi oleh KN SAR Laksmana 241 dari TB/MV Mauhaw IX.

derikJatim menemui Saiful usai pemakaman pamannya yakni Jarot Setiawan, yang tewas dalam tragedi KM Virgo tersebut. Saiful tampak tenang menceritakan detik - detik mencekam saat kejadian terjadi.

Laki-laki berkaos hitam itu mengaku dalam posisi tidur saat kejadian. Ia tidur berdampingan dengan pamannya, Jarot. Mereka tidur di area yang disediakan untuk para supir angkutan.

Saat itu, Saiful mendengar suara teriakan untuk bangun dan kapal dalam posisi miring. Ia langsung bangun dan melihat pamannya sudah berlari.

"Supir-supir itu dibangunin, "Bangun! Bangun! Kapal miring! Kapal miring!" gitu. Terus ya saya langsung bangun, saya lihat Pak Lek (paman) itu sudah lari duluan di depan," katanya.

Saiful memilih lari dan mencari pelampung. Setelah menggunakan pelampung, ia menuju pintu keluar. Namun, pintu keluar tak dapat diakses oleh penumpang. Selain itu, kondisi kapal juga penuh dengan penumpang termasuk di bagian belakang.

"Saya langsung ambil pelampung, lari ke pintu keluar, di situ udah gak bisa keluar. Depan dan belakang juga masih banyak orang. Posisi kapal itu sudah miring, terus saya lompat lewat atap dan bisa keluar," jelasnya.

Pria yang berprofesi sebagai supir ekspedisi itu berhasil keluar dari area kapal. Saiful menggunakan pelampung dan menuju life raft (perahu penyemat).

Saiful kemudian dievakuasi oleh KN SAR Laksmana 241 dari TB/MV Mauhaw IX, Minggu pagi (13/9). Beruntung, Saiful tidak mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut.

"Sebelum dievakuasi itu, ya saya naik life raft. Bareng dengan ABK juga. Terus dievakuasi ke Banjarmasin," katanya.

Saiful berada di Banjarmasin selama dua pekan. Selama itu, Ia turut menunggu informasi mengenai pamannya, Jarot. Sampai dengan adanya salah satu jenazah yang teridentifikasi sebagai Jarot Setiawan.

"2 minggu di sana, ya sambil nunggu informasi. Awalnya mengenali dari gelang, kaos dan sweaternya. Tapi harus nunggu identifikasi DNA dulu, setelah itu dibenarkan dan dibawa pulang ke Blitar," jelasnya.

Ditanya sosok Pamannya, Saiful mengaku terpukul dengan peristiwa tersebut. Menurutnya, Jarot awalnya menanyakan pekerjaan sementara. Jarot tiga kali ikut ekspedisi, namun baru pertama kali dengan rute luar pulau.

"Awalnya itu bilang "Aku ikut, Lee," gitu, kalau pas kosong nyupir. Terus, ya gak apa-apa kalau mau ikut ya ikut saya. Sudah tiga kali, tapi yang jauh (naik kapal) baru ini," katanya.

Saiful menyebut pamannya sosok yang bertanggungjawab dengan keluarganya. Ia berprofesi sebagai sopir angkutan barang.

"Beliau juga supir barang, Tulungagung - Surabaya. Tapi kalau lintas ya baru ini, ikut saya. Orangnya bertanggungjawab dan baik," tandasnya.



Simak Video "Video: DPR Minta Operasi Kapal Tak Penuhi SOP Disetop Usai Kecelakaan KM Virgo"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork