- Kenapa Barcode BBM Subsidi Bisa Diblokir? 1. QR Code Digunakan untuk Kendaraan Lain 2. Nomor Polisi QR Code Tidak Sesuai dengan Kendaraan 3. Ada Indikasi Penggunaan BBM Subsidi Tidak Sesuai Ketentuan 4. Status Kendaraan atau Data Subsidi Mengalami Perubahan
- Cara Mengatasi Barcode BBM Subsidi yang Terblokir Ajukan Sanggah Blokir Nomor Polisi Formulir Sanggah Blokir Nopol Pastikan Data Kendaraan Sesuai
- Cara Mencegah QR Code BBM Subsidi Terblokir
QR Code atau barcode untuk membeli BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak selalu bisa digunakan meski kendaraan sebelumnya sudah terdaftar di program Subsidi Tepat. Salah satu kondisi yang bisa muncul saat transaksi di SPBU adalah keterangan "QR Code Terblokir" atau "Bukan Penerima Subsidi".
Pemblokiran tersebut bukan sekadar gangguan teknis. Berdasarkan informasi resmi Subsidi Tepat MyPertamina, QR Code kendaraan bersifat pribadi dan hanya boleh digunakan untuk kendaraan yang terdaftar. Pertamina juga berhak melakukan pemblokiran apabila penggunaan QR Code tidak sesuai dengan ketentuan. Jika pengguna merasa kendaraannya sebenarnya memenuhi syarat dan tidak melakukan pelanggaran, tersedia mekanisme sanggah blokir nomor polisi yang dapat diajukan secara resmi.
Kenapa Barcode BBM Subsidi Bisa Diblokir?
Sebelum membahas cara mengatasinya, penting membedakan antara QR Code yang bermasalah secara teknis dan QR Code yang memang berstatus terblokir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laman FAQ Subsidi Tepat MyPertamina, kondisi QR Code yang tidak dapat digunakan dengan keterangan "QR Code Terblokir" atau "Bukan Penerima Subsidi" diarahkan untuk ditangani melalui pengajuan sanggah blokir nomor polisi. Artinya, pengguna sebaiknya tidak langsung menganggap setiap QR Code yang gagal dipindai sebagai tanda bahwa akunnya terkena pemblokiran.
Ada sejumlah kondisi yang perlu diperiksa terlebih dahulu, mulai dari status verifikasi kendaraan, kesesuaian nomor polisi hingga penggunaan QR Code saat transaksi.
1. QR Code Digunakan untuk Kendaraan Lain
QR Code kendaraan pada program Subsidi Tepat bersifat pribadi dan rahasia. Kode tersebut hanya diperuntukkan bagi satu kendaraan yang telah terdaftar.
Dalam syarat dan ketentuan resmi Subsidi Tepat disebutkan bahwa QR Code tidak boleh digunakan untuk bertransaksi oleh kendaraan selain kendaraan yang terdaftar. Pertukaran atau penggunaan QR Code secara bergantian juga dikategorikan sebagai bentuk penyalahgunaan BBM subsidi.
Karena itu, QR Code sebaiknya tidak dibagikan, dipinjamkan, ditukar, atau digunakan pada kendaraan lain.
2. Nomor Polisi QR Code Tidak Sesuai dengan Kendaraan
Kesesuaian nomor polisi menjadi bagian penting dalam transaksi BBM subsidi. Pertamina menyebutkan pelayanan BBM bersubsidi di SPBU hanya dilakukan apabila QR Code sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Masalah dapat muncul apabila data nomor polisi yang terdaftar berbeda dengan kendaraan yang datang ke SPBU. Pengguna juga perlu memastikan data kendaraan yang tersimpan di sistem sesuai dengan dokumen dan kondisi kendaraan sebenarnya.
3. Ada Indikasi Penggunaan BBM Subsidi Tidak Sesuai Ketentuan
BBM subsidi memiliki aturan mengenai siapa yang berhak menggunakan serta bagaimana produk tersebut dapat disalurkan. Dalam syarat dan ketentuan Subsidi Tepat, Pertamina menyatakan bahwa penjualan BBM bersubsidi dibatasi dan konsumennya harus terdata. Penyimpangan atau penyelewengan BBM subsidi juga dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, penggunaan QR Code yang tidak sesuai peruntukan dapat menjadi alasan QR Code diblokir sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Status Kendaraan atau Data Subsidi Mengalami Perubahan
Memiliki QR Code bukan berarti status penerima subsidi berlaku selamanya tanpa perubahan. Laman resmi Subsidi Tepat menyebutkan bahwa status pengguna subsidi tidak bersifat permanen dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, ketika QR Code tiba-tiba tidak dapat digunakan, pengguna perlu memeriksa kembali status kendaraan dan data yang terdaftar sebelum mengambil langkah berikutnya.
Cara Mengatasi Barcode BBM Subsidi yang Terblokir
Jika QR Code kendaraan benar-benar menunjukkan status terblokir, pengguna dapat mengikuti prosedur resmi yang tersedia.
Ajukan Sanggah Blokir Nomor Polisi
Pertamina menyediakan mekanisme pengajuan sanggah bagi pengguna yang mengalami pemblokiran QR Code. Pada FAQ resmi Subsidi Tepat MyPertamina, pengguna yang mendapatkan keterangan "QR Code Terblokir" atau "Bukan Penerima Subsidi" diarahkan mengajukan sanggah blokir nomor polisi melalui:
Formulir Sanggah Blokir Nopol
Pengguna perlu mengikuti instruksi yang tersedia dan mengisi data yang diminta. Mekanisme ini dapat digunakan apabila pengguna menilai pemblokiran terjadi sementara data kendaraan sebenarnya sesuai dan pengguna berhak menerima subsidi.
Pastikan Data Kendaraan Sesuai
Sebelum mengajukan sanggah, periksa kembali data kendaraan yang terdaftar. Pastikan nomor polisi, dokumen kendaraan, serta data pemilik atau pengguna yang tercatat dalam sistem sesuai.
Hal ini penting karena proses pendaftaran Subsidi Tepat memang melibatkan pencocokan data kendaraan. Berdasarkan informasi resmi, setelah data kendaraan dikirim, proses pencocokan dapat berlangsung hingga 14 hari kerja.
Jika terdapat perubahan data kendaraan atau dokumen pendukung, jangan membuat data baru secara sembarangan. Gunakan akun dan layanan resmi yang sudah tersedia untuk melakukan pembaruan atau mendapatkan bantuan.
Cara Mencegah QR Code BBM Subsidi Terblokir
Setelah masalah selesai, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan agar QR Code tetap digunakan sesuai ketentuan.
Pertama, jaga kerahasiaan QR Code. Jangan memberikan atau meminjamkan QR Code kepada orang lain untuk digunakan pada kendaraan berbeda. Pertamina secara tegas menyebut QR Code kendaraan bersifat pribadi dan hanya digunakan untuk satu kendaraan yang terdaftar.
Kedua, pastikan nomor polisi dan data kendaraan selalu sesuai. Jika ada perubahan data, lakukan pembaruan melalui layanan resmi dan pastikan dokumen yang digunakan dapat terbaca dengan jelas.
Ketiga, gunakan QR Code terbaru ketika melakukan transaksi. Untuk QR Code yang hilang atau rusak, fitur reset tersedia dengan batas penggunaan maksimal satu kali sehari.
Keempat, hindari penggunaan QR Code di luar peruntukannya. Selain berpotensi membuat transaksi bermasalah, pertukaran atau penggunaan QR Code kendaraan lain termasuk bentuk penyalahgunaan BBM subsidi menurut ketentuan Subsidi Tepat.
Terakhir, jika kendala tidak kunjung selesai, gunakan kanal resmi Pertamina daripada mengikuti informasi atau jasa pembukaan blokir yang tidak jelas sumbernya. Untuk sejumlah persoalan akun dan transaksi, Subsidi Tepat mencantumkan Pertamina Call Center 135 sebagai kanal bantuan.
