Demo Truk Towing Blokade Bundaran Waru Arah Surabaya

Demo Truk Towing Blokade Bundaran Waru Arah Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 30 Sep 2026 11:29 WIB
Sopir truk blokade Bundaran Waru
Sopir truk blokade Bundaran Waru/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Ratusan sopir truk yang menggelar aksi unjuk rasa memblokade kawasan Bundaran Waru, Sidoarjo, Rabu (30/9/2026). Para sopir turun dari kendaraan dan memarkir truk towing mereka di badan jalan hingga membuat arus lalu lintas di kawasan penghubung Sidoarjo-Surabaya itu tersendat.

Pantauan detikJatim di lokasi, sejumlah truk peserta aksi berhenti dan truknya diparkir di ruas jalan sekitar Bundaran Waru. Para sopir kemudian turun dari truk dan berkumpul di sekitar kendaraannya sambil membawa sejumlah atribut aksi.

Setelah itu, para sopir truk juga membentangkan Bendera Merah Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi tersebut dilakukan ratusan sopir yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Sekitar 250 armada, mulai truk towing, colt diesel hingga truk fuso, dikerahkan untuk mengikuti unjuk rasa dan bergerak menuju sejumlah instansi di Surabaya.

ADVERTISEMENT

Blokade di kawasan Bundaran Waru berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju karena sebagian ruas jalan digunakan untuk parkir truk peserta aksi.

Salah satu sopir, Firman mengatakan, persoalan BBM jenis solar menjadi salah satu tuntutan utama yang mereka suarakan dalam aksi tersebut. Ia mengaku para sopir mengalami kesulitan mendapatkan solar untuk memenuhi kebutuhan operasional kendaraan.

"Kami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar," kata Firman.

Sebelumnya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya penghapusan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi. Selain itu, sopir juga menagih janji Pemprov Jatim dan Jasa Marga terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan GSJT.

Tuntutan lainnya yakni penyesuaian dimensi 100 kendaraan GSJT, penertiban kendaraan dengan muatan berlebih, serta permintaan pertanggungjawaban terkait kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang. Massa juga menuntut beasiswa bagi anak korban kecelakaan kapal dan revisi PMK Nomor 16/PMK.010/2017 terkait besaran santunan korban kecelakaan.

Setelah dari kawasan Bundaran Waru, massa berencana melanjutkan aksi ke sejumlah instansi di Surabaya. Lokasi yang dituju antara lain Kantor Dishub Provinsi Jawa Timur, Pertamina MOR V/Jatimbalinus, kantor Jasa Raharja, dan Kantor Gubernur Jawa Timur.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads