Viral Pasien Stroke di Pamekasan Ditolak Puskesmas gegara BPJS Terblokir

Viral Pasien Stroke di Pamekasan Ditolak Puskesmas gegara BPJS Terblokir

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Rabu, 30 Sep 2026 09:30 WIB
Status WhatsApp Wabup Pamekasan usai pasien stroke sempat ditolak Puskesmas gegara BPJS terblokir.
Status WhatsApp Wabup Pamekasan usai pasien stroke sempat ditolak Puskesmas gegara BPJS terblokir. (Foto: Istimewa)
Pamekasan -

Nasib memilukan dialami Heri Sutrisno, warga Desa Bandaran, Kabupaten Pamekasan. Saat penyakit stroke yang dia derita kambuh dia bermaksud berobat ke Puskesmas Bandaran untuk mendapatkan pertolongan medis. Tetapi pasien itu diduga tidak dapat pelayanan sebagaimana mestinya karena status kepesertaan BPJS-nya terblokir.

Heri terpaksa pulang karena tidak mendapatkan pelayanan di Puskesmas. Peristiwa ini pun memicu keprihatinan setelah videonya beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada Wakil Bupati Pamekasan untuk meminta bantuan agar Heri bisa segera mendapatkan penanganan medis.

"Assalamualaikum Pak Wabub, ini saya melaporkan warga bandaran, atas nama Heri Sutrisno warga tidak mampu ini punya penyakit stroke kambuh dibawa ke puskesmas tapi tidak dilayani ini, sekarang ada di rumahnya. Askes (BPJS)-nya terblokir," ucap si perekam dilihat detikJatim, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah video viral dan laporan disampaikan kepada Wakil Bupati, Heri akhirnya kembali masuk ke Puskesmas Bandaran kecamatan Tlanakan dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dalam rekaman video yang beredar, Heri terlihat terbaring di ranjang perawatan dengan tangan sudah terpasang infus. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati yang telah membantu dirinya mendapatkan pelayanan.

"Terima kasih Pak Wabup, sekarang sudah dilayani. Makasih, ya, Pak Wabup," ucap Heri dalam rekaman video tersebut.

ADVERTISEMENT

Begitu juga wakil bupati dalam statusnya mengatakan sudah ada penanganan.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya ketika pasien datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan segera.

Persoalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil bukan kali pertama menjadi sorotan di Kabupaten Pamekasan. Sebelumnya, sempat heboh kasus bayi meninggal setelah menunggu rujukan.

Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan mendorong Bupati Pamekasan menginstruksikan tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit dan puskesmas agar memberikan pelayanan secara optimal tanpa membedakan status sosial maupun kondisi ekonomi pasien.

Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis. Namun, kejadian yang kembali mencuat di Desa Bandaran ini menimbulkan pertanyaan apakah instruksi tersebut benar-benar dijalankan di lapangan?

Ironisnya, peristiwa ini terjadi di desa yang sama, ketika seorang warga yang sedang mengalami kekambuhan stroke justru harus menghadapi persoalan administrasi kepesertaan jaminan kesehatan sebelum akhirnya mendapatkan pelayanan.

Hingga akhirnya, nama Wakil Bupati disebut dalam video sebagai pihak yang dimintai pertolongan agar pasien bisa mendapatkan penanganan. Pasca kejadian tersebut, Wakil Bupati Pamekasan diketahui mengunggah video Heri yang telah mendapatkan pelayanan medis ke status WhatsApp pribadinya pada Rabu pagi.

"Alhamdulillah sudah tertangani," dalam status WhatsApp pribadi Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads