Influencer Lamongan Ipda Purnomo Tutup Monetisasi Usai Didatangi 'Tamu'

Influencer Lamongan Ipda Purnomo Tutup Monetisasi Usai Didatangi 'Tamu'

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 30 Sep 2026 07:45 WIB
ipda purnomo
Ipda Purnomo (Foto: 20detik)
Lamongan -

Ipda Purnomo, anggota kepolisian di Lamongan sekaligus influencer yang dikenal aktif merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memutuskan untuk menonaktifkan fitur AdSense atau monetisasi pada kanal YouTube-nya, Purnomo Belajar Baik. Keputusan ini diambil setelah kediamannya didatangi oleh petugas dari instansi pemerintah.

Purnomo menceritakan, seorang petugas perempuan mendatangi rumahnya pada Senin (28/9/2026) dengan membawa surat tugas resmi. Dalam kedatangan tersebut, petugas menanyakan rincian aset hingga sumber pendapatannya secara detail.

"Nanyanya itu detail banget. Mobil ini punyanya Pak Purnomo, ini saya bilang kredit. Terus HP-nya harganya berapa? Mereknya ditanyain detail. Nah saya disuruh ngisi lima lembar," ujar Purnomo saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran enggan mengisi formulir lima lembar tersebut, Purnomo lebih memilih menyerahkan buku rekening pribadinya agar petugas dapat langsung mengecek riwayat transaksi dan penghasilan dari media sosial.

ADVERTISEMENT

Purnomo juga menunggah apa yang dialami melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Purnomo juga menegaskan keterbukaannya terkait arus keluar-masuk uang di rekeningnya.

"Saya langsung kasih rekening saya biar dicek penghasilan saya dari media sosial berapa, biar tahu keluar masuknya uang di rekening saya. Kalau seandainya masih ada untung tak suruh ngambil, tapi kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya," ungkap Purnomo.

Meski demikian, Purnomo memilih untuk tidak menyebutkan secara spesifik nama instansi pemerintah yang menemuinya demi menghindari kesalahpahaman.
"Saya enggak mau nyebut, nanti takutnya ada salah paham terkait instansi, Mas. Wis pokoknya instansi pemerintah datang ke rumah saya bawa surat," tuturnya.

Awalnya, Purnomo sempat berencana untuk menutup total akun media sosial dan kanal YouTube miliknya. Namun, setelah menerima banyak masukan dan pertimbangan dari masyarakat, ia memutuskan hanya mematikan fitur AdSense pada kanal YouTube tersebut.

Langkah ini diambil guna menghindari prasangka buruk atau fitnah bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukannya semata-mata demi mencari keuntungan materi pribadi.

"Untuk menghindari fitnah, saya tutup pendapatannya. Jadi YouTube saya nanti enggak ada AdSense-nya. Memang kemarin saya kepingin menutup semua akun, khususnya channel YouTube, namun hari ini banyak orang yang komunikasi saya, sehingga yang saya tutup itu akun pendapatan," jelas Purnomo.

Ia memastikan penutupan AdSense mulai awal bulan depan tidak akan menyurutkan atau menghentikan aksi sosialnya dalam merawat ODGJ dan membantu sesama.

"Kalau ada orang yang nanya, kegiatannya Pak Purnomo itu bukan untuk mencari kepentingan keuntungan, memperkaya diri sendiri. Kegiatan YouTube-nya Pak Purnomo itu murni dibuat untuk menolong, membantu orang lain. Mulai awal bulan depan pendapatan AdSense YouTube saya nonaktifkan, namun kegiatan sosial tetap berlanjut," tegasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads