TRANS7 Mengajar di ITS, Mahasiswa Dibekali Skill Hadapi Dunia Kerja

TRANS7 Mengajar di ITS, Mahasiswa Dibekali Skill Hadapi Dunia Kerja

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 29 Sep 2026 21:10 WIB
Director TRANS7 M. Ikhsan Soemantoro saat mengisi acara di ITS Surabaya
Director TRANS7 M. Ikhsan Soemantoro saat mengisi acara di ITS Surabaya. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memadati Auditorium Research Centre ITS untuk mengikuti 'TRANS7 Mengajar Jilid XIII'. Lewat program sosial berbasis edukasi ini, sekitar 250 peserta dibekali beragam keterampilan penting guna merespons pesatnya dinamika dunia profesional.

Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati PhD sebagai keynote speaker mengajak mahasiswa memikirkan relevansi diri di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

"Mahasiswa dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperoleh pengalaman yang dapat membentuk kemampuan kepemimpinan dan penyelesaian masalah. Selalu pikirkan bagaimana untuk tetap relevan di tengah pesatnya teknologi dan dunia yang selalu berubah," kata Prof Bambang, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Director TRANS7 M. Ikhsan Soemantoro melalui sesi Creative Leadership in the Era of Constant Change mengulas kepemimpinan kreatif di industri media. Pembahasan mencakup pentingnya kreativitas dan inovasi, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan AI, serta kolaborasi lintas disiplin.

ADVERTISEMENT

Ikhsan mengaku senang melihat respons mahasiswa yang antusias di dalam auditorium. Apalagi ketika pembicara menyampaikan materi kreatifitas ketika bekerja.

"Sebetulnya yang dibutuhkan para mahasiswa, apalagi ketika mereka nanti terjun (kerja), bagaimana mempersiapkan kepalanya untuk bisa berpikir kreatif," kata Ikhsan.

Menurutnya, kreatif bukan hanya menciptakan konten. Melainkan di bidang apa pun bisa kreatif melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Lalu, bagaimana mereka bisa adaptif terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat, dan juga bagaimana mereka bisa menyesuaikan untuk perubahan itu," ujarnya.

Apabila tidak bisa berpikir kreatif, dinilai lebih sulit karena dalam berpikir terlalu kaku. Namun itu bisa dilatih dengan mengubah diri, seperti menyesuaikan, adaptif, dan mau berubah.

"Ini yang kita harapkan, dari acara ini juga kita bisa sharing sama-sama, bahwa bagaimana akhirnya teman-teman mahasiswa bisa lebih siap menghadapi dunia kerja atau dunia nyata," pungkasnya.

Selain dari TANS7, terdapat sesi materi dari Leading High Performance in a Competitive Industry, President Director Garudafood Hardianto Atmadja membagikan perspektif mengenai tantangan industri FMCG, kepemimpinan organisasi, perubahan pasar, perilaku konsumen, hingga pengambilan keputusan dalam situasi dinamis. Ia juga membahas kompetensi yang dibutuhkan perusahaan dari lulusan baru.

Kedua sesi tersebut dipandu oleh Dosen di Departemen Studi Pembangunan, Rumaysha Gikha Nisrina. Kehadiran para praktisi industri tersebut memberikan mahasiswa gambaran mengenai penerapan leadership, creativity, agility, dan adaptability dalam menghadapi perubahan dunia profesional.

Selain menghadirkan sesi pembelajaran, TRANS7 Mengajar juga melibatkan mahasiswa ITS sebagai volunteer melalui proses seleksi. Bersama anggota aktif TRANS7 Club, para volunteer terlibat dalam registrasi peserta, pendampingan narasumber, pengaturan acara, hingga dokumentasi sebagai bagian dari pengalaman langsung dalam penyelenggaraan kegiatan profesional.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads