Kronologi Ratusan Calon Dokter Spesialis Unair Keracunan Makanan

Kronologi Ratusan Calon Dokter Spesialis Unair Keracunan Makanan

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 29 Sep 2026 20:20 WIB
In the Hospital Sick Male Patient Sleeps on the Bed. Heart Rate Monitor Equipment is on His Finger.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/gorodenkoff)
Surabaya -

Sebanyak 178 orang diduga mengalami keracunan makanan di RSUD dr Soetomo pada Senin (29/9). Dari 178 korban, 172 orang di antaranya adalah peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) sedangkan 6 lainnya karyawan RSUD Dr Soetomo.

Kabag Diklat RSUD Dr Soetomo, dr Astindari menjelaskan kronologi ketika terjadi dugaan keracunan.

"Jadi untuk konsumsi nasi kotaknya itu datang jam 09.00 WIB (Senin), diantar dari FK ke GPDT (Gedung Pusat Diagnostik Terpadu) lantai 2 (RSUD Dr Soetomo)," kata dr Astindari kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, pukul 09.15 WIB makanan dibawa naik ke GPDT lantai 7 tempat pengerjaan. Selanjutnya, pukul 09.30 WIB nasi kotak ditata di meja dalam hall GPDT.

ADVERTISEMENT

Lalu, pukul 11.30 WIB nasi kotak mulai dibagikan ke peserta dan dikonsumsi saat jam istirahat pukul 11.30 WIB. Sekitar setengah jam usai dikonsumsi mulai muncul reaksi.

"Dan gejala yang dialami PPDS, onset-nya itu mulai kurang lebih 30 menit sampai 4 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut," jelasnya.

Diketahui ada 12 orang sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo dan beberapa RS lain pada Senin (28/9). Hari ini, semua korban sudah pulang dan tetap dipantau kesehatannya.

Sementara Wakil Direktur Diklat dan SDM RSUD Dr Soetomo, dr Damayanti Tinduh mengatakan untuk pembiayaan sampai saat ini masih di-handle RSUD Dr Soetomo.

"Namun ada beberapa yang tidak bisa memanfaatkan karena tidak bisa menggunakan BPJS-nya dalam situasi seperti ini. Jadi ini memang masih akan tetap kami handle dulu untuk sementara," ujarnya.

Dirut RSUD dr Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan FK Unair.

"Jadi prioritas memang keselamatan dan tentu tidak mungkin diskusi biaya di depan ya. Tapi pokoknya kami handle, nanti selanjutnya tentu berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran, tapi yang penting adik-adik sudah tertangani dengan baik," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads