6 Fakta Momen Erupsi Semeru Disertai Dentuman Keras Terekam CCTV

6 Fakta Momen Erupsi Semeru Disertai Dentuman Keras Terekam CCTV

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 29 Sep 2026 07:48 WIB
CCTV merekam suara dentuman saat Gunung Semeru mengalami erupsi.
CCTV merekam suara dentuman saat Gunung Semeru mengalami erupsi. (Foto: Istimewa)
Lumajang -

Suasana mencekam menyelimuti kawasan lereng Gunung Semeru di Jawa Timur pada Senin (28/9/2026) malam. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi yang disertai suara dentuman keras.

Peristiwa erupsi ini terekam jelas oleh kamera pemantau (CCTV) di sekitar kawasan Gunung Semeru. Petugas imbau masyarakat dan wisatawan tetap waspada serta mematuhi zona bahaya.

Berikut fakta-fakta erupsi Gunung Semeru yang memuntahkan material vulkanik dan memicu dentuman keras:

1. Erupsi Terjadi Pukul 21.01 WIB

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Semeru dilaporkan kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Senin (28/9) malam. Berdasarkan data resmi, erupsi terekam mulai terjadi pada pukul 21.01 WIB.

Tak lama setelah erupsi dimulai, kamera pemantau (CCTV) di kawasan lereng Semeru merekam adanya suara dentuman keras pada pukul 21.02.22 WIB.

ADVERTISEMENT

2. PVMBG Confirm Dentuman Murni Pelepasan Energi Letusan

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, mengonfirmasi suara dentuman keras tersebut berasal langsung dari aktivitas letusan gunung.

"Suara dentuman karena terjadinya erupsi," kata Rita saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (28/9) malam.

Rita menambahkan fenomena suara keras saat letusan gunung api merupakan hal yang lumrah. "Biasa terjadi. Kadang erupsi gunung api dapat disertai dengan dentuman, kadang tidak," tuturnya.

3. Kolom Abu Teramati Setinggi 600 Meter

Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, letusan kali ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Atap abu dilaporkan condong mengarah ke sektor barat daya.

4. Amplitudo Maksimum Terekam 22 mm

Pada seismogram, aktivitas erupsi Gunung Semeru kali ini terekam memiliki amplitudo maksimum 22 mm. Durasi sementara getaran erupsi berlangsung sekitar 2 menit 9 detik.

5. Status Gunung Semeru Tetap Level III (Siaga)

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Pihak PVMBG belum menurunkan maupun menaikkan status kewaspadaan, namun meminta warga sekitar lereng gunung untuk tetap mengantisipasi potensi bahaya susulan.

6. Rekomendasi Zona Bahaya dan Larangan Aktivitas

PVMBG merilis sejumlah batasan zona steril yang wajib dipatuhi oleh warga maupun wisatawan di sekitar Gunung Semeru:

Sektor Tenggara: Dilarang melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Batas aman 500 meter dari sempadan tepi sungai Besuk Kobokan wajib dipatuhi untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.

Radius 5 Km: Area steril dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru harus dikosongkan dari aktivitas manusia karena bahaya lontaran batu pijar.

Potensi Bahaya Lahar: Masyarakat diminta mewaspadai potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads