Ekor kemacetan yang bersumber pada antrean di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi masih mencapai 12 kilometer. Kemacetan panjang ini memicu aksi demonstrasi yang digelar warga penyangga di sekitar pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Peserta aksi yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu terdiri dari masyarakat sipil, pelaku UMKM, sopir angkutan umum, hingga tukang ojek. Mereka demo karena mengeluhkan dampak dari kemacetan panjang yang terjadi di pelabuhan ketapang sejak 4 bulan terakhir.
Rusman salah satu peserta aksi mengaku dirugikan dengan kemacetan panjang itu. Dirinya selaku pelaku UMKM kehilangan omzet akibat kondisi jalan yang dipadati kendaraan besar sepanjang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari macet, saya jualan ini UMKM nggak bisa jualan gara-gara macet ndak ada yang beli jualan saya," jelas Rusman, Senin (28/9/2026).
Sementara Sutinah, warga lainnya mengaku merasa dirugikan akibat aktivitas hariannya terganggu. Ia tidak bisa beraktivitas normal bahkan anaknya kerap terlambat tiba di sekolah.
"Nggak bisa kemana-mana saya. Setiap hari kena macet. Mau belanja juga melijo pedagang keliling itu kadang ndak datang. Anak juga telat sekolah," tegasnya.
Berdasarkan pantauan detik Jatim, sejak Senin pagi kemacetan yang terjadi di jalur menuju pelabuhan ketapang Banyuwangi mengular sepanjang 12 kilometer dengan titik ekor kemacetan sudah mencapai kawasan Bangsring.
