- Apa Saja Bahaya Hujan Abu Vulkanik bagi Kesehatan?
- 5 Pertolongan Pertama Saat Terpapar Abu Vulkanik 1. Segera Menjauh dari Paparan Abu 2. Waspadai Gejala Akibat Paparan Abu 3. Bersihkan Kulit dengan Lembut 4. Hindari Mengucek Mata Jika Terkena Abu 5. Bersihkan Abu Vulkanik dengan Cara yang Aman
- Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?
Hujan abu vulkanik merupakan salah satu dampak erupsi gunung api yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak pada kesehatan. Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang cukup jauh dari lokasi erupsi.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, serta saluran pernapasan, terutama jika terjadi dalam jumlah banyak. Karena itu, penting untuk mengetahui apa itu hujan abu vulkanik, dan langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalaminya.
Apa Saja Bahaya Hujan Abu Vulkanik bagi Kesehatan?
Abu vulkanik memiliki sifat keras dan abrasif sehingga dapat mengganggu kesehatan jika terhirup atau mengenai tubuh. Dampaknya bergantung pada tingkat dan lama paparan serta kondisi kesehatan seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paparan abu dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit paru seperti asma atau PPOK.
Selain itu, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi mata, seperti mata merah, berair, gatal, atau terasa mengganjal, serta mengiritasi kulit yang ditandai dengan kemerahan, gatal, dan ruam. Dalam jangka panjang, paparan debu silika dari abu vulkanik juga dapat meningkatkan risiko penyakit paru seperti silikosis.
5 Pertolongan Pertama Saat Terpapar Abu Vulkanik
Saat terpapar abu vulkanik, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Berikut lima pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
1. Segera Menjauh dari Paparan Abu
Langkah pertama saat abu vulkanik turun adalah mengurangi paparan dengan segera masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu serta jendela.
Hindari aktivitas di luar selama hujan abu masih berlangsung karena partikel abu dapat terhirup dan mengganggu saluran pernapasan.
Jika harus keluar rumah atau membersihkan abu, gunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel abu vulkanik.
2. Waspadai Gejala Akibat Paparan Abu
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, seperti batuk, hidung atau tenggorokan terasa tidak nyaman, sehingga memperburuk gejala pada penderita asma.
Anak-anak serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung juga lebih berisiko mengalami gangguan akibat paparan. Jika setelah menjauh dari abu muncul batuk, sesak, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
3. Bersihkan Kulit dengan Lembut
Setelah berada di tempat yang aman, segera bersihkan abu yang menempel pada kulit dan ganti pakaian yang digunakan saat berada di luar ruangan. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit.
Saat membersihkannya, hindari menggosok kulit terlalu kuat agar tidak semakin teriritasi. Untuk wajah yang menggunakan make up, bilas terlebih dahulu untuk menghilangkan abu, kemudian bersihkan secara perlahan.
4. Hindari Mengucek Mata Jika Terkena Abu
Abu vulkanik yang masuk mata dapat menimbulkan rasa mengganjal, kemerahan, gatal, berair, hingga iritasi pada permukaan mata. Jika hal ini terjadi, jangan mengucek mata karena dapat memperparah iritasi atau menyebabkan goresan pada kornea.
Segera bilas mata menggunakan air bersih dan hindari memakai lensa kontak selama masih terdapat paparan abu. Jika mata tetap terasa nyeri, sangat merah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan terganggu setelah dibilas, segera periksakan ke fasilitas kesehatan.
5. Bersihkan Abu Vulkanik dengan Cara yang Aman
Abu vulkanik yang sudah mengendap di dalam rumah tetap dapat kembali beterbangan saat dibersihkan dan berisiko terhirup. Karena itu, gunakan masker dan pelindung mata saat membersihkan abu.
Kenakan juga pakaian tertutup dan sarung tangan, serta pilih cara pembersihan yang tidak membuat abu semakin beterbangan. Jika setelah terpapar abu muncul sesak atau kesulitan bernapas yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?
Segera periksakan diri ke tenaga medis jika mengalami sesak napas berat atau semakin parah, nyeri dada, mengi yang tidak kunjung membaik, batuk yang berlangsung selama beberapa hari, atau demam yang disertai keluhan pernapasan.
Merangkum laman resmi RS Samsoe Hidajat, bagi penderita asma atau PPOK, gejala yang tetap muncul meski sudah menggunakan obat juga perlu mendapat pemeriksaan.
Pada mata, keluhan seperti nyeri berat, penglihatan kabur, sulit membuka mata, rasa mengganjal yang tidak hilang setelah dibilas, atau keluarnya cairan yang tidak biasa perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya cedera pada permukaan mata.
Sementara itu, segera cari pertolongan medis jika terjadi pembengkakan yang meluas, luka terbuka, kemerahan yang semakin parah atau tanda infeksi seperti kulit terasa nyeri dan hangat. Iritasi yang tidak membaik setelah kulit dibersihkan juga sebaiknya diperiksakan.
