Diprotes Sopir Angkot Malang, Kapan Trans Jatim Koridor II Diresmikan?

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 28 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Bus Trans Jatim Malang (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang yang berada di Jalan Raden Intan. Aksi memblokade jalan ini dilakukan sebagai bentuk protes kehadiran Trans Jatim.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Citto Eko Yuli menghormati aspirasi dari sopir angkutan Kota Malang. Namun, Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya tetap akan segera beroperasi.

"Masih on schedule. Kita peluncuran Koridor II Malang Raya masih sesuai on schedule sesuai dengan programnya Ibu Gubernur Jawa Timur. Rencananya 9 Oktober," kata Citto kepada detikJatim, Senin (28/9/2026).

Terkait demo ratusan sopir angkutan Kota Malang, Citto menyebut pihaknya sudah duduk bersama berulang kali dan telah memberikan opsi terbaik bagi para sopir angkot.

"Tuntutan teman-teman sopir angkot Kota Malang adalah evaluasi Koridor I dan Koridor II tidak boleh berjalan," jelasnya.

"Tadi jawaban saya kayak gini, Koridor I terakhir itu kan tuntutannya para sopir adalah angkutan pelajar. Angkutan pelajar sudah direalisasikan oleh Pemkot Malang, kan seperti itu. Temen-temen mendapat limpahan program angkutan pelajar yang di mana kemarin pakai bus, sekarang angkot-angkotnya temen-temen yang terdampak itu kan di-share dan dijadikan angkutan pelajar gratis di Kota Malang," tambahnya.

Untuk Koridor II Bus Trans Jatim Malang Raya, Citto menyebut sudah disiapkan solusi bagi para sopir angkot Kota Malang.

"Nah yang Koridor II insentifnya sesuai dengan program. Koridor II nanti jalan itu disepakati dengan adanya feeder, ada 18 feeder yang nanti disediakan. Tapi syaratnya beda, syarat dan ketentuan tetap berlaku. Syaratnya adalah angkutan yang terhimpit lebih dari 50% atau 40% itu akan mendapatkan operasional feeder yang ada," jelasnya.

"Operasional feeder itu nanti dari pengurus angkot yang menjalankan juga temen-temen angkot sendiri, tetapi menggunakan armada baru," tambahnya.

Citto mengakui memang masih ada sejumlah sopir angkot yang belum menerima opsi-opsi tersebut. Pihaknya juga terus membuka ruang komunikasi.

"Ada beberapa yang belum sepakat, tetapi kami komunikasi. Kami tetap membuka ruang, dan kami komunikasi ke ketua jalur. Rencananya memang minggu depan saya ada audiensi dengan Pak Kadis dan Pak Bupati. Setelah itu saya juga akan koordinasi dengan ketua jalur. Kami koordinasinya dengan ketua jalur supaya tidak ditunggangi oleh asosiasi atau oleh lembaga di luar angkutan umum dalam trayek utama," tandasnya.



Simak Video "Video: Cekcok gegara Antrean SPBU, Sopir Angkot Tewas Ditembak Pemobil"

(hil/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork