Handoko (32) seketika tewas usai tertabrak pikap di Jalan Raya Desa Karangdiyeng, Kutorejo, Mojokerto. Pemotor asal Bojonegoro itu gagal menyalip truk dari sisi kanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda M Jeepsal Putra menjelaskan bahwa Handoko melaju dari selatan ke utara atau dari arah Kecamatan Kutorejo ke Kecamatan Bangsal.
Pemotor asal Dusun Ketangi, Desa Kepohkidul, Kedungadem, Bojonegoro ini berkendara sendiri naik motor Vario nopol S 3957 AJ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kecelakaan itu terjadi, Handoko diketahui sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Bojonegoro menuju tempat kerjanya sebagai satpam di Krian, Sidoarjo.
Tiba di Raya Desa Karangdiyeng sekitar pukul 07.00 WIB, Handoko menyalip truk yang melaju searah di depannya melalui sisi kanan.
Nahas, pada saat bersamaan datang dari arah berlawanan pikap Isuzu Traga S 8157 NN yang dikemudikan Priyono (42), warga Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Pacet, Mojokerto.
"Karena jarak sudah dekat, akhirnya Vario bertabrakan dengan pikap Traga," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).
Kerasnya tabrakan mengakibatkan motor Vario rusak parah. Sedangkan Handoko tewas seketika di lokasi. Jenazahnya telah dievakuasi ke RS Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.
"Benar, kondisi korban (Handoko) meninggal dunia," ungkap Jeepsal.
Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi kecelakaan. Motor korban maupun pikap Traga diamankan ke kantor Satlantas Polres Mojokerto sebagai barang bukti.
"Diduga karena kurang hati-hatinya pengendara Vario saat mendahului kurang memerhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan," tandas Jeepsal.
