Kasus influenza tipe A mulai terjadi di Surabaya. Gejalanya sering ditandai sakit tenggorokan, flu, hingga demam. Meski begitu, penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, influenza bisa berujung komplikasi, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta orang dengan kondisi imunokompromais.
Dr Ariani Permatasari, Sp.P, Dokter Spesialis Paru di RSU Dr Soetomo menyebutkan bahwa virus itu memiliki siklus penyebaran yang sangat cepat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan penderita.
"Karena virus ini kan sifatnya mutasi, penularannya cepat. Jadi melalui orang sakit, kemudian dia secara sengaja maupun tidak bisa menjadi sumber transmisi penularan bagi orang lain," kata Dr Ariani saat ditemui, Rabu (23/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses penularannya bisa berlangsung selama satu hingga empat hari dan umumnya dapat mencapai tujuh hari. Dr Ariani mengingatkan terdapat sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini, yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kondisi imun, menggunakan masker, serta rutin melakukan vaksin influenza satu tahun sekali.
Di sisi lain, kondisi lingkungan juga turut berpengaruh dalam mencegah penularan virus ini.
"ventilasi ya harus bagus ya. Iya kan sekarang itu kebanyakan ruangan tertutup ya, dan kayak gini aja kan nggak, makanya berkala, sendar matahari masuk, sirkulasi udara bagus, jadi salah satu faktor untuk pencegahan, makan penutrisi dan sebagainya," terangnya.
Dr Ariani juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, masyarakat tetap harus waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan seperti yang telah dijelaskan.
"Yang paling penting adalah pencegahan. Satu adalah dengan berlaku hidup bersih dan sehat. Kemudian yang kedua, bagi yang sakit, disarankan untuk menggunakan masker, supaya dia tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain. Dan bila ada gejala, yang mengarah ke infeksi pernafasan, maka segera melakukan pengobatan lebih dini," pungkasnya.
Pihaknya menyebut virus influenza merupakan penyakit musiman. Hal ini terlihat dari grafik peningkatan kasus yang terjadi selama Juli, Agustus, dan September. Namun, kasus influenza diperkirakan kembali menurun pada bulan-bulan berikutnya.
"Karena influenza itu di bulan-bulan mulai Juli, Agustus, September ini sudah agak meningkat lagi. Nanti turun lagi bulan November, Desember, Januari, setelah itu dia melandai lagi, kan musiman," jelasnya.
Masyarakat yang merasakan gejala influenza diminta segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan. Meski umumnya kasus influenza ringan dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi pasien dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani, khususnya pada kelompok yang rentan terinfeksi.
