- 6 Fakta Muktamar NU Berujung Rencana Somasi Gus Ipul 1. Gus Ipul Siapkan Somasi untuk Tiga Orang 2. Muktamar NU Digelar 27-31 Agustus 2026 3. Tiga Nama Belum Diumumkan, Dijanjikan Selasa 4. Gus Lilur Disebut Salah Satu yang Akan Disomasi 5. GP Ansor Ajak Polemik Muktamar Diakhiri 6. Gus Ipul Ajak Kembali Berkhidmat
Polemik seputar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) belum sepenuhnya berakhir meski forum telah ditutup. Sekjen PBNU periode 2021-2026 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berencana melayangkan somasi kepada 3 orang terkait tudingan dan narasi mengenai pelaksanaan Muktamar NU di ruang publik.
Di sisi lain, salah satu nama yang disebut-sebut akan disomasi, Gus Lilur, mengaku siap menghadapi langkah hukum tersebut. Berikut sederet fakta polemik Muktamar ke-35 NU.
6 Fakta Muktamar NU Berujung Rencana Somasi Gus Ipul
1. Gus Ipul Siapkan Somasi untuk Tiga Orang
Gus Ipul mengatakan akan melayangkan somasi kepada 3 orang yang dinilai terus menyampaikan tudingan terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ketiganya akan diminta membuktikan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 3 orang yang akan kita somasi. Mereka akan kita minta untuk membuktikan apa yang sudah mereka ucapkan. Kalau tidak bisa membuktikan, tentu akan kita teruskan melalui jalur hukum," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Gus Ipul menegaskan rencana somasi tersebut bukan untuk membatasi kritik maupun perbedaan pendapat. Menurutnya, setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita mencatat, kita mencermati semua pendapat yang diberikan oleh kader-kader NU di media sosial. Tentu setiap yang disampaikan harus dipertanggungjawabkan. Saya sedang mempertimbangkan untuk mengambil jalur hukum sebagai bagian dari pembelajaran untuk kita semua," katanya.
2. Muktamar NU Digelar 27-31 Agustus 2026
Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
Gus Ipul mengatakan seluruh proses Muktamar telah berlangsung melalui forum resmi peserta. Ia juga menyebut keputusan dalam forum tersebut merupakan pilihan demokratis dari peserta Muktamar.
"Muktamar sudah selesai. Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Perdebatan terjadi di sana. Tidak ada penolakan terhadap Laporan Pertanggungjawaban PBNU sebelumnya. Pilihannya demokratis, merupakan titipan langsung dari peserta Muktamar. Tidak ada titipan dari mana pun," katanya.
Meski demikian, Gus Ipul menyayangkan masih adanya perdebatan mengenai Muktamar yang berlanjut di media sosial.
"Kita prihatin ada berita-berita yang luar biasa di luar sana, khususnya di media sosial, yang terus dikembangkan oleh sejumlah pihak," ujarnya.
3. Tiga Nama Belum Diumumkan, Dijanjikan Selasa
Hingga Jumat (25/9/2026), Gus Ipul belum mengumumkan tiga nama yang akan disomasi. Tim hukum disebut masih melakukan finalisasi langkah hukum yang akan ditempuh. Hal tersebut juga diberitakan detikJatim pada Jumat (25/9).
"Penasihat hukum masih finalisasi laporan ke polisi dan gugatan ke pengadilan," kata Gus Ipul kepada detikJatim, Jumat (25/9/2026).
Gus Ipul kemudian memastikan tiga nama tersebut akan diumumkan pada Selasa pekan depan.
"Tunggu Selasa," ujar pria yang juga menjabat Menteri Sosial itu.
Sebelumnya, Gus Ipul hanya memberikan gambaran bahwa pihak yang dipertimbangkan untuk disomasi merupakan orang-orang yang menurutnya menyampaikan pernyataan tanpa bukti.
"Yang suka bikin pernyataan menyesatkan. Tanpa bukti dan mengarah ke fitnah. Mencemarkan nama baik orang lain," tegas Gus Ipul.
4. Gus Lilur Disebut Salah Satu yang Akan Disomasi
Salah satu nama yang disebut-sebut akan disomasi adalah HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. Ia dikaitkan dengan pernyataannya mengenai dugaan aliran uang Rp480 miliar dalam pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas, Jombang. Pemberitaan mengenai pernyataan tersebut sebelumnya memang muncul pada 22 September 2026.
Dalam narasi yang disampaikan Gus Lilur, uang tersebut disebut dibawa menggunakan dua mobil Toyota Land Cruiser. Namun, tudingan tersebut merupakan klaim Gus Lilur dan belum menjadi fakta yang terbukti.
Gus Lilur mengaku telah mendengar kabar bahwa dirinya akan menjadi salah satu pihak yang disomasi. Ia menyatakan siap menghadapi langkah hukum tersebut.
"Saya dengar demikian. Saya tidak gentar," kata Gus Lilur kepada detikJatim, Jumat (25/9/2026).
Gus Lilur bahkan menyatakan akan menempuh langkah hukum balik jika benar dirinya disomasi.
"Saya tidak takut, tidak gentar, akan saya pidanakan balik," tegas Gus Lilur.
5. GP Ansor Ajak Polemik Muktamar Diakhiri
Di tengah rencana langkah hukum tersebut, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengajak seluruh kader dan warga NU menghentikan perdebatan mengenai hasil Muktamar.
Addin yang juga bertugas sebagai Koordinator Keamanan Nasional dalam pelaksanaan Muktamar menilai seluruh rangkaian forum telah selesai dan memiliki legitimasi.
"Muktamar sudah selesai. Semua proses dari A sampai Z sudah punya legitimasi penuh. Karena itu saya mengimbau seluruh sahabat dan warga NU, mari kita sudahi perdebatan soal Muktamar. Kita dukung sepenuhnya kepemimpinan yang baru agar bisa membawa NU kepada kemaslahatan dan kemajuan," kata Addin.
Ia mengatakan perbedaan pendapat selama Muktamar merupakan bagian dari proses forum. Setelah keputusan diambil, seluruh elemen NU dinilai perlu kembali berkonsentrasi menjalankan khidmat organisasi dan pelayanan kepada umat.
"Jangan biarkan perpecahan internal menjadi tontonan banyak pihak. Jika kita masih merasa menjadi bagian dari NU, mari jaga martabat jam'iyyah ini bersama-sama. Baik yang berada di struktur maupun kultur, kita kembali ke khidmat masing-masing secara maksimal. Umat menanti langkah kita," ujarnya.
6. Gus Ipul Ajak Kembali Berkhidmat
Gus Ipul mengapresiasi ajakan Addin Jauharudin untuk mengakhiri polemik. Ia mengatakan rekonsiliasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keputusan organisasi perlu dikedepankan setelah Muktamar.
"Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Sekarang waktunya kembali berkhidmat. NU saklawase," kata Gus Ipul.
