Opera kolosal "Merah Putih Bertanya" sebagai refleksi peristiwa perobekan bendera kembali digelar di depan Hotel Majapahit, atau yang dahulu dikenal sebagai Hotel Yamato. Event tersebut mengenang peristiwa perobekan bendera Belanda yang terjadi pada 19 September 1945.
Pertunjukan opera kolosal dimulai pukul 07.45 WIB. Proses perobekan bendera berlangsung sekitar pukul 07.53 WIB. Suasana pun meriah dengan banyak warga yang menyaksikan acara tahunan tersebut.
Untuk mengenang peristiwa 19 September 1945, acara ini melibatkan sekitar 750 pemain yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, Karang Taruna, Cak dan Ning Surabaya, Paskibraka, hingga musisi.
Opera kolosal tersebut mengangkat kembali Peristiwa Perobekan Bendera pada 19 September 1945 di Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit Surabaya. Tahun ini, pertunjukan dikemas dengan konsep human statue atau living monument.
Para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga menjadi bagian dari suasana ruang publik untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga tampil sebagai Residen Sudirman dalam adegan perundingan dengan Mr. Ploegman di Hotel Yamato terkait berkibarnya bendera Belanda.
"Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani akan tampil sebagai Ibu Pertiwi. Bunda Rini akan membawakan puisi pada bagian akhir pertunjukan sebagai refleksi atas keberanian dan pengorbanan para pejuang Arek-Arek Suroboyo," kata Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, Sabtu (26/9/2026).
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim mengatakan pertunjukan ini dikemas agar penonton terbawa suasana Kota Pahlawan sebelum peristiwa perobekan bendera terjadi.
Ketegangan kemudian memuncak hingga para pejuang menaiki Hotel Yamato, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian warna birunya, dan kembali mengibarkan Merah Putih.
"Dahulu para pejuang bertanya bagaimana mempertahankan kemerdekaan. Sekarang pertanyaannya, apa yang kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan," kata Edo, sapaan akrabnya.
Bertema "Merah Putih Bertanya", Pemkot Surabaya ingin menjadikan pertunjukan tersebut bukan sekadar tontonan sejarah, tetapi juga ruang refleksi bagi masyarakat. Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat diteruskan melalui karya, kebersamaan, dan kontribusi di masa kini.
"Kami mengajak warga Surabaya dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga maupun teman menyaksikan Opera Kolosal 'Merah Putih Bertanya'. Kami berharap keterlibatan ratusan pemain dari berbagai latar belakang dapat menghadirkan pertunjukan yang memadukan nilai sejarah, keindahan seni, dan kebersamaan masyarakat," pungkasnya.
Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
(ihc/dpe)