Ratusan pelajar SMP Taman Dewasa Kota Malang absen karena mengalami flu dan batuk. Sekolah memberlakukan wajib memakai masker dan memangkas jam belajar mengajar.
Kepala Sekolah SMP Taman Dewasa Suyana menyatakan, bahwa sejak dua hari ini diberlakukan pengurangan jam kegiatan belajar mengajar.
Langkah itu diambil karena banyaknya siswa yang mengalami flu dan batuk hingga absen dari proses belajar mengajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk 2 hari ini, kita ambil kebijakan 1 jam pelajaran yang tadinya 40 menit kita bikin 20 menitan," kata Suyana ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).
Suyana mengaku jika proses kegiatan belajar mengajar normal. Para siswa baru dapat kembali pulang selepas salat berjamaah ashar. Namun dua hari ini, para siswa dapat pulang selepas salat berjamaah dhuhur.
"Hari biasa itu pulangnya jam 3 sore, setelah salat ashar. Karena kita mewajibkan untuk anak-anak itu salat asar berjamaah di sini. Tapi sekarang selesai zuhur kita pulangkan," bebernya.
Menurut Suyana dengan kepulangan jam belajar lebih awal diharapkan dapat memberikan lebih banyak waktu bagi para siswa untuk beristirahat di rumah masing-masing.
"Pertimbangannya, satu masalah mungkin faktor fisik yang nggak kuat, dan memberi kesempatan anak-anak itu istirahat lebih banyak di rumah," tegasnya.
Selain perubahan jam belajar mengajar, SMP Taman Dewasa juga mewajibkan siswa dan guru mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Hingga kini sekolah menyakini banyaknya siswa terpapar flu dan batuk diakibatkan karena faktor cuaca.
"Cuaca saja kira-kira. Kalau fisik sementara kami nggak ada kegiatan yang istilahnya memberatkan siswa. Olahraga pun juga di sekolah ringan-ringan saja," ungkapnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar SMP Taman Dewas absen karena mengalami flu dan batuk sejak beberapa hari terakhir.
Pada Senin (21/9/2026) ada 124 pelajar absen dari 460 pelajar yang terbagi menjadi 15 rombongan belajar dari kelas 7 sampai 9. Hari berikutnya sedikit berkurang menjadi 90 siswa dan Rabu (23/9/2026), masih 80 pelajar absen karena mengalami sakit flu dan batuk.
"Hari Senin kemarin yang tidak masuk 124 siswa, Selasa mulai berkurang 90 anak, hari ini masih ada 80 siswa tidak masuk," pungkas Suyana.
