Perhelatan Soekarno Run BWX 2026 tak hanya diikuti ribuan peserta. Ajang olahraga tersebut juga menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk meningkatkan penjualan.
Sebanyak 300 tenant UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data penyelenggara, rata-rata keuntungan bersih setiap tenant berada di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dalam sehari.
Jika dihitung dari jumlah tenant dan kisaran keuntungan tersebut, perputaran uang yang masuk ke UMKM dalam sehari mencapai ratusan juta rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keterlibatan UMKM lokal dalam berbagai kegiatan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung perekonomian masyarakat.
"Ya, memang kami di setiap event kegiatan, kami selalu melibatkan UMKM. Ini bentuk dari komitmen pemerintah untuk memberdayakan, mendukung ekonomi kecil dan menengah," ujar Ipuk, Sabtu (20/9/2026).
Menurut Ipuk, ajang olahraga dan kegiatan yang mendatangkan banyak orang dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
"Karena di sinilah ruang mereka untuk bisa menambah income pendapatan dan juga promosi produk mereka. Maka dari setiap kegiatan dan Fun Run ini, kami selalu libatkan UMKM hadir untuk meramaikan kegiatan ini," jelasnya.
Dampak peningkatan penjualan dirasakan langsung Dita Ervina, salah satu pedagang pecel khas Banyuwangi yang ikut membuka lapak dalam Soekarno Run BWX 2026.
Dita yang sehari-hari berjualan pecel lontong dan sayuran segar dari rumah itu mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan berjualan dalam ajang yang diikuti ribuan orang tersebut.
Ia bahkan harus menambah stok karena dagangan yang dibawanya habis dalam waktu singkat.
"Bawa 3 kilogram lontong dan 5 kilogram nasi, ternyata masih kekurangan karena langsung ludes terjual," ungkap Dita dengan nada bahagia.
Dari penjualan tersebut, Dita mencatat omzet sekitar Rp 2 juta. Ia menyebut, keuntungan bersih yang diperoleh sekitar 40 persen.
Hal serupa dialami Sukirman, pedagang aneka jajanan khas Banyuwangi seperti tahu walik, tahu petis, dan gorengan. Penjualan Sukirman meningkat dibandingkan hari biasa.
Jika biasanya ia hanya mampu menjual sekitar 100 potong jajanan, dalam perhelatan Soekarno Run BWX 2026 dagangannya terjual hampir 500 potong.
"Alhamdulillah, biasanya cuma laku 100 potong, sekarang sampai hampir 500 potong," kata Sukirman yang membawa pulang keuntungan bersih sekitar Rp 800 ribu dari acara tersebut.
Soekarno Run BWX 2026 diikuti 3.700 peserta. Para peserta terbagi dalam lima kategori, yakni 21K, 10K, 5K, 3K, dan 1K untuk anak-anak.
(irb/hil)
